Karanganyar, WartaSolo.com – Sebanyak enam pasar tradisional di Kabupatan Karanganyar akan segera direhab. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah mengajukan anggaran untuk mewujudkan rencana rehab pasar tradisional tersebut.

Rencana rehab enam pasar tradisional ini talah diajukan pembuatan rencana desain (DED) dengan anggaran sekitar Rp 300 juta dan merupakan lanjutan dari rehab sebelumnya. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebelumnya telah melakukan rehab dua pasar tradisional yang akan digarap tahun ini.



Informasi ini dibenarkan oleh Utomo Sidi Hidayat selaku kepala Disperindagkop yang mengatakan bahwa dua pasar yang akan direhab tahun ini adalah Pasar Tawangmangu dan Pasar Kebakkramat. Utomo juga menambahkan bahwa anggaran untuk rehab setiap pasar diperkirakan mencapai Rp 7 miliar.

Utomo mengatakan bahwa anggaran yang tinggi ini disebabkan oleh faktor pasar tradisional yang minim pemeliharaan dan beberapa di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah. Melalui rencana rehab pasar ini diharapkan dapat membuat pasar tradisional lebih bersih dan nyaman.

Lalu pasar mana saja yang akan direhab? Utomo mengatakan bahwa pasar yang akan direhab antara lain adalah Pasar Jungke di Kecamatan Karanganyar, Pasar Nglano Kecamatan Tasikmadu, Pasar Kebakkramat, Pasar Matesih, Pasar Palur di Kecamatan Jaten dan Pasar Kwadungan di Kecamatan Kerjo.

“Tahun ini hanya dua pasar tradisional yang direhab. Yaitu Pasar Tawangmangu dan Pasar Kebakkramat. Sedangkan enam pasar lainnya harus mengantre, yang pada saat ini diusulkan DED-nya dulu. Yang sudah terjadi, Pasar Tawangmangu dengan konsep dua lantai cenderung sepi. Kami tidak ingin ini terjadi lagi. Lahan pasar yang masih luas akan dimanfaatkan untuk bongkar muat barang,” kata Utomi Sidi Hidayat seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Senin (07/04/2014).