WartaSolo.com – Jalur yang menghubungkan antara situs purbakala Sangiran dengan menara pandang mengalami longsor, sehingga pengguna jalan dan wisatawan yang melewati jalut tersebut diminta ekstra hati-hati. Tebing yang longsor tdak sampai membuat jalur tersebut rusak, tetapi pengguna jalan harus tetap waspada ketika melewati jalur tersebut.

Seperti yang kita ketahui, menara pandang yang ada di kompleks situs purbakala Sangiran merupakan tempat yang memungkinkan wisatawan atau pengunjung melihat Museum Sangiran dari atas. Tak hanya itu, menara pandang tersebut memungkinkan wisatawan untuk menikmati keindahan pemandangan alam sekitar.



Letak menara pandang ini kurang lebih 500 meter dari lokasi Museum Sangiran. Meski jalur yang longsor masih bisa dilewati, tetapi akan berbahaya jika sering dilewati mobil karena bisa saja mendadak longsor dan merembet ke badan jalan. Jalur yang longsor tersebut menggunakan cor beton, sehingga tidak ambles meski tanah di bawahnya longsor.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tanah longsor yang terjadi di jalur wisata situs purbakala Sangiran, Kalijambe, Sragen ini bersamaan dengan terjadinya hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Peristiwa ini dibenarkan oleh Wijanto selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Krikilan, Kalijambe.

Wijanto menambahkan bahwa warga telah bahu-membahu untuk memperbaiki bagian tebing yang longsor dan memberi rambu-rambu agar pengguna jalan lebih berhati-hati. Sayangnya, sepekan setelah itu longsor kembali terjadi dilokasi yang sama akibat hujan deras.

“Mungkin karena kondisi tanahnya labil, terjadi longsor. Panjang tebing yang longsor mencapai sekitar 15 meter. Ada bambu penahan ikut ambrol dan bagian bawah jalan ikut tergerus dan gerowong. Sedangkan badan jalan selebar sekitar tiga meter masih utuh,” kata Wijanto, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Jumat (04/04/2014).