Wonogiri, WartaSolo.com – Akhir-akhir ini harga pupuk di Wonogiri mengalami lonjakan harga yang cukup drastis, khususnya untuk wilayah kecamatan Baturetno. Tak semua jenis pupuk mengalami kenaikan, tetapi yang mengalami kenaikan harga paling parah adalah pupuk jenis Phonska yang juga mulai sulit didapat di wilayah tersebut.

Melonjaknya harga pupuk jenis Phonska ini dibenarkan oleh Ir Safuan selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispertan TPH) Wonogiri. Safuan mengatakan bahwa selama ini alokasi jumlah pupuk bersubsidi jenis Phonska untuk wilayah baturetno sedikit dan tak mencukupi kebutuhan.



Safuan menambahkan bahwa penyerapan pupuk bersubsidi jenis Phonska ini sudah melebihi 50% dari alokasi untuk setahun di wilayah Baturetno ini. Ia juga mengatakan bahwa alokasi pupuk bersubsidi jenis Phonska untuk kecamatan Baturetno ini adalah 496 ton dan saat ini telah terserap sekitar 250 ton.

Safuan menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi dan menyusun rencana untuk mengatasi kelangkaan pupuk jenis Phonska yang mengakibatkan melonjaknya harga yang menyengsarakan petani. Pihaknya saat ini sedang mempertimbangkan keputusan yang pas untuk mengatasi masalah ini.

Di wilayah Baturetno, pupuk jenis Phonska ini telah dijual dengan harga yang melebihi HET ( Harga Eceran Tertinggi) dan saat ini sulit didapat atau mengalami kelangkaan. Harga Eceran Tertinggi atau HET pupuk Phonska ini adalah Rp 115 ribu, tetapi harga melonjak dan petani harus membayar Phonska seharga Rp 13 ribu.

“Memang untuk wilayah Baturetno pupuk Phonska minim alokasinya. Hingga Maret saja sudah terserap separuh lebih. Opsi realokasi, bisa saja dilakukan. Tapi perlu beberapa langkah, dan harus Bupati yang mengajukan realokasi,” kata Safuan, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Jumat (04/04/2014).