Boyolali, WartaSolo.com – Setelah beberapa waktu lalu jembatan di Andong ambrol, kini giliran jalan yang menjadi penghubung Pantaran dengan Kecamatan Cepogo, Boyolali ambrol akibat kikisan air. Jalan yang ambrol memang masih bisa dilewati, tetapi pengendara harus lebih hati-hati melewati jalur tersebut.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, jalan yang ambrol berlokasi di Desa Tarubatang, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Jalan penghubung Cepogo – Pantaran tersebut ambrol sepanjang 12 meter dengan kedalaman 4 meter, dan memakan bahu jalan hingga 1 meter.


Warga berinisiatif untuk memasang batang bambu sebagai penanda atau rambu-rambu di lokasi jalan yang ambrol agar pengendara dan pengguna jalan lainnya berhati-hati saat melintas. Peristiwa ambrolnya jalan ini terjadi pada hari Selasa (01/04/2014) kemarin.

Sulistyo, selaku Kepala Unit Teknis (UPT) Pekerjaan Umum (PU) Selo telah mengetahui peristiwa ambrolnya jalan yang menghubungkan Cepogo dengan Pantaran. Sulistyo menambahkan bahwa ambrolnya jalan tersebut dissebabkan oleh kikisan air yang kemudian mendorong ambrolnya tebing.

Sulistyo mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan peristiwa ini ke pihak yang berwenang untuk ditangani lebih lanjut. Pihaknya juga berharap agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat mengingat jalur tersebut adalah salah satu urat nadi ekonomi masyarakat wilayah tersebut.

Warga sekitar tanpa dikomando langsung melakukan kerja bakti untuk memperbaiki dan memberi tanda di lokasi yang longsor dengan peralatan seadanya.

“Bila diukur dari panjang longsor ditambah panjang retakan yang berpotensi ambrol, maka total kerusakan sepanjang 50 meter. Jalur ini merupakan salah satu akses ekonomi masyarakat yang cukup vital, terutama untuk pedagang sayur dari ampel dan sekitarnya yang menuju pasar sayur cepogo,” kata Sulistyo, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Rabu (02/04/2014).