Boyolali, WartaSolo.com – Akibat hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali sabtu (29/03/2014) lalu, jembatan Mojo ambrol. Akibat ambrolnya jembatan ini, jalur penghubung Desa Pakel dan Desa Mojo terputus dan warga harus memutar melalui jalur lain.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa ambrolnya jembatan yang menghubungkan Desa Mojo dan Desa Pakel, Kecamatan Andong ini yidak memakan korban jiwa karena saat ambrol, tidak ada warga atau orang yang sedang melewati jembatan tersebut.


Putusnya jembatan ini cukup mengganggu aktivitas warga karena peran jembatan tersebut sangat penting bagi warga di kedua desa tersebut. Kini warga bersama puluhan anggota Koramil 15/Andong bergotongroyong untuk membangun kembali jembatan yang ambrol.

Jembatan yang dibuat secara bergotongroyong ini adalah jembatan darurat agar warga dan orang lain dapat beraktivitas seperti biasa. Rencananya, jembatan permanen baru dibangun setelah musim penghujan selesai. Hal ini dibenarkan oleh Kapten (Kav) Subiyanto, selaku Danramil 15/Andong.

Danramil mengatakan bahwa bantuan anggota TNI dalam membangun jembatan yang putus bersama warga ini adalah salah satu bentuk kepedulian TNI pada warga yang tertimpa bencana alam. Subiyanto juga menambahkan agar warga lebih waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di Kecamatan Androng, Boyolali.

“Setidaknya agar bisa membantu warga atau pengguna jalur tersebut bisa lancar dalam beraktivitas, sebelum jembatan tersebut diperbaiki secara permanen,” kata Danramil, seperti yang dilansir dari Solopos pada Senin (31/03/2014).