Karanganyar, WartaSolo.com – Setelah beberapa waktu lalu ratusan itik mati mendadak, kini giliran ratusan butung puyuh di beberapa desa di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar mati mendadak. Berdasarkan analisa sementara, ratusan burung puyuh yang mati mendadak ini terindikasi flu burung.

Berdasarkan gejala yang muncul pada ternak unggas milik warga di beberapa desa di Kecamatan Karangpandan ini terindikasi terkena flu burung dan telah menular secara luas di kecamatan tersebut. Untuk mencegah penyebaran virus flu burung agar tidak semakin meluas, perlu adanya tindakan isolasi.


Menurut data yang telah dihimpun dari Dinas Peternakan Kabupaten Karanganyar, ratusan ternak burung puyuh mati mendadak dan terindikasi terkena flu burung. Sebelumnya diketahui sekitar 600 ekor itik di Kecamatan Karangpandan mati mendadak. Kemungkinan, virus flu burung dari itik telah menular ke ternak burung puyuh.


Hal ini dibenarkan oleh Sumijarto selaku Kepala Dinas Peternakan Karanganyar yang mengatakan bahwa ratusan unggas yang mati mendadak ini terjadi di dua desa, yakni Desa Modinan dan Desa Gindangmanis yang mana jarak kedua desa ini cukup dekat.

Sumijarto menghimbau pemilik ternak di dua desa tersebut untuk mengubah pola penggembalaan unggas agar tidak berkeliaran secara bebas dan menularkan virus H5N1 atau flu burung ke unggas lainnya. Untuk sementara, pola penggembalaan harus terisolasi agar tak menyebar ke tempat lain.

“Daerah Gondangmanis termasuk endemis H5N1 atau flu burung. Setelah ditemukan kasus unggas mati secara beruntun yang terinfeksi virus tersebut,” kata Sumijarto.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dilumpulkan, virus flu burung ini muncul di Kecamatan Karangpandan sejak bulan Februari lalu dan menyebabkan ratusan unggas mati mendadak. Seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Minggu (30/03/2014), kematian diawali oleh ternak ayam kampung dan diikuti bebek. Kini flu burung mulai menyerang ternak burung puyuh.