Klaten, WartaSolo. com – Dua orang mengalami kecelakaan di dua tempat terpisah dengan penyebab yang sama, yaklni tergelincir abu vulkanik Gunung Merapi. Seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, Gunung Merapu meletus pada Kamis (27/03/2014) dan menyebabkan sejumlah wilayah mengalami hujan abu.

Kecelakaan pertama dialami oleh Sumarmi (24) yang merupakan warga Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Kecelakaan terjadi pada Kamis lalu dan bermula ketika Sumarmi mendengar suara gemuruh dari arah Gunung Merapi.


Sumarmi kemudian mencari ketiga anaknya dan suaminya yang saat itu tidak ditemukan dirumah menggunakan sepeda motor. Namun karena Sumarmi mengendarai motor dalam keadaan panik dan jalan dipenuhi oleh abu vulkanik, ia pun jatuh dan terjerembab ke aspal karena tergelincir.

Korban kemudian dievakuasi oleh warga dan sukarelawan ke Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten. Korban mengalami sejumlah luka, antara lain sobek di pelipis kanan dan kiri, serta sejumlah luka lebam akibat benturan saat korban terjatuh ke aspal.

“Kami sudah mendapatkan laporan ada warga yang terluka tersebut. Korban jatuh dari kendaraan karena tegelincir akibat terlalu panik saat proses evakuasi,” kata Kepala BPBD Klaten, Sri Winoto.

Kecelakaan akibat tergelincir juga dialami oleh Parni (30) warga Pleret, Kabupaten Bantul yang mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit panti Rini, Kalasan, Kabupaten Sleman yang terjadi pada Jumat (28/03/2014).

Parni tergelincir saat melewati jalur evakuasi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang bersama seorang anaknya yang berumur 8 tahun. Akibatnya, Parni mengalami sejumlah luka dan cedera berat di tangan kanannya.

“Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami cedera cukup berat pada tangan kanannya. Selain itu, tubuh korban dan anaknya juga mengalami luka lecet,” papar salah satu saksi mata yang juga sukarelawan BPBD Klaten, Edi Priyanto, seperti yang dilansir dari Solopos pada Jumat (28/03/2014).