Karanganyar, WartaSolo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memutuskan untuk menambah kuota cuci darah gratis dari 12 kali pada tahun 2013 lalu menjadi 24 kali di tahun 2014 melalui program Jaminan Kesedatan Daerah (Jamkesda). Peningkatan jumlah kuota cuci darah ini diharapkan dapat meringankan pasien Jamkesda yang menjalani cuci darah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, APBD Kabupaten Karanganyar juga akan menanggung biaya pasien cuci darah apabila membutuhkan pertolongan ekstra. Seperti yang kita ketahui, program cuci darah gratis ini akan diyanggung oleh APBD kabupaten dan APBD provinsi dengan komposisi 60 : 40.


Informasi ini telah dibenarkan oleh Cucuk Heru Kusumo selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar. Menurut informasi dari Cucuk, Pemkab Karanganyar tak lagi membatasi pembiayaan cuci darah meski kuotanya telah dinaikkan hingga dua kali lipat dari tahun lalu. Cucuk juga menambahkan bahwa ada biaya ekstra yang nantinya akan ditanggung penuh oleh APBD Karanganyar.

“Untuk cuci darah masuk program Jamkesda provinsi dan Jamkesda kabupaten. Perhitungannya, 60 persen biaya cuci darah ditanggung APBD kabupaten dan 40 persen ditanggung APBD provinsi. Tahun ini, jatah cuci darah dinaikkan dua kali lipat. Tahun ini kami mengusulkan anggaran Jamkesda Rp 6,5 miliar. Memang jumlah ini masih sama dengan tahun lalu, tapi relatif cukup untuk mengkaver. Termasuk biaya cuci darah,” kata Cucuk, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Jumat (28/03/2014).

Pemkab Karanganyar tak hanya memberikan tambahan kuota untuk cuci darah pasien Jamkesda, tetapi juga bantuan untuk pasien kemoterapi. Cucuk juga menambahkan bahwa pihaknya telah meminta bantuan pusat untuk mengkaver pendataan ribuan warga miskin yang belum terdaftar program Jamkesda.

“Dinkes sudah mengajukan usulan pemutakhiran data Jamkesda. Tapi belum direspons Bappeda, karena kemungkinan tidak berselisih jauh dengan tahun lalu,” tambah Cucuk.