Boyolali, WartaSolo.com – Bandara Internasional Adisoemarmo Solo siap dibuka kembali untuk aktifitas penerbangan pada hari Kamis tanggal 20 Februari 2014 mendatang mulai pukul 07.00 Wib pagi. Pengunduran ini sudah terjadi dua kali,

Kesiapan itu disampaikan Kepala Otoritas Wilayah III Bandara Juanda Surabaya Kementerian Perhubungan, Mohammad Alwi yang membawai 22 bandara di empat Provinsi, termasuk Bandara Internasional Adisoemarmo Solo, seusai Rapat Koordinasi dengan General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adisoemarmo Solo, Komandan Lanud Adisoemarmo Kol PNB Agus Radar Sucahyo, sejumlah Maskapai penerbangan, unsur BMKG dan lainnya, Selasa (18/2/2014) di bandara Adisoemarmo.


“Proses pembersihan abu vulkanik di bandara hingga saat ini sudah mencapai 70 persen, sehingga terus dikebut penyelesaiannya, dan ditargetkan pada hari Kamis 20 Februari mulai pukul 07.00 pagi bandara sudah mulai operasional kembali,” ungkapnya dalam keterangaan resmi kepada wartawan.

Keputusan mulai dibukanya kembali bandara Adisoemarmo Solo untuk aktifitas penerbangan itu, didasari pertimbangan dan hasil analisa di lapangan bahwa pada Kamis 20 Februari kondisi bandara sudah benar-benar aman untuk penerbangan, setelah ditutup sejak 14 Februari lalu akibat guyuran hujan abu vulkanik letusan gunung Kelud Jatim.

“Kalau akan dibuka Senin atau Selasa itu kan perkiraan. Namun untuk Kamis 20 Februari itu, sudah diukur dari pelaksanaan pembersihan, sehingga tidak lagi dikhawatirkan aspek keselamatan penerbangannya,” ujarnya.

Mohammad Alwi juga mengakui, dibanding Juanda Surabaya atau Malang, kondisi lapisan abu vulkanik pada landasan di bandara Adisoemarmo Solo memang lebih tebal dan membutuhkan waktu lama untuk proses pembersihan.

“Solo memang lebih parah ketebalan abunya, sehingga Juanda Surabaya maupun Malang yang juga terkena abu, sudah lebih dulu dibuka,” katanya.

GM PT Angkasa Pura I Bandara Adisoemarmo Solo Abdullah Usman juga menambahkan, tingkat kesulitan membersihkan lapisan abu pada landasan karena dilakukan pengerukan manual kemudian disemprot dengan air.

“Lapisan abu menutup run way sepanjang 2600 meter dan lebar 60 meter. Pembersihan mengerahkan 800 an personial dari TNI AU, personil bandara dan dukungan pemda Solo maupun Boyolali,” imbuhnya.