Klaten, WartaSolo.com – Hama tikus kembali menyerang padi dan umbi, kali ini terjadi di Kecamatan Jatinom dan Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Maraknya serangan hama tikus ini membuat petani khawatir hasil panennya menurun drastis dan rusak akibat serangan hama tersebut.

Petani di kedua kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Klaten ini mengeluh karena hama tikus semakin marak dan tak hanya menyerang padi, tetapi juga umbi-umbian. Sulitnya mengatasi serangan tikus ini membuat para petani jengkel dan kerepotan untuk memberantasnya.


Serangan tikus ini menyerang tanaman umbi yang sudah matang, sehingga hasil panen umbi menurun drastis dan bahkan terancam gagal panen. Serangan tikus pada tanaman umbi ini cukup sulit diatasi karena tikus langsung menyerangnya dari dalam tanah, sehingga tak terlihat dari luar.

Hal ini dibenarkan oleh Sokiran (45) yang merupakan salah seorang petani yang tinggal di Dukuh Kanutan, Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom. Sokiran mengaku jengkel dengan serangan hama tikus yang memakan umbi-umbian di lahan miliknya dan membuat hasil panen turun drastis. Tikus juga memakan dan merusak padi.

Petani lain juga mengalami hal yang sama, yakni Sugiyatmi (40) yang merupakan petani dari Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu. Sugiyatmi mengaku bahwa hampir sebagian lahan miliknya yang seluas 1.100 meter persegi telah rusak akibat serangan tikus.

Mengatasi serangan tikus yang kian marak, para petani telah melakukan banyak hal, antara lain adalah menyebar racun tikus dan juga gropyokan. Meski demikian, serangan tikus masih belum berkurang.

“Biasanya yang diserang yang baru berumur 55 hari ketika bulir padi mulai berisi. Jadi baru separuh masa tanam. Macam-macam sudah dicoba, tapi sia-sia malah serangan tambah ganas padahal sudah sejak tahun 2010,” kata Sugiyatmi, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Rabu (26/03/2014).