Sukoharjo, WartaSolo.com – Banjir yang melanda tiga desa di wilayah Kecamata Bulu, Kabupaten Sukoharjo telah merendam setidaknya 40 hektar sawah. Akibat peristiwa ini, hasil panen para petani diperkirakan akan mengalami penurunan dan sebagian mengalami puso atau gagal panen.

Beberapa petani di Kecamatan Bulu yang terkena banjir mengatakan bahwa swah yang terendam banjir yang berasal dari luapan Sungai Buntung menyebabkan kerusakan dan membuat hasil panen turun drastis. Bahkan wilayah yang terendam cukup parah terancam puso.



Tanaman padi yang telah terendam air tak lagi dapat berdiri tegak dan kemungkinan besar akan mengalami penurunan. Hal ini dibenarkan oleh Wido Miharjo, salah seorang petani di Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Wido mengatakan bahwa tanaman padi miliknya telah berumur 75 hari dan sudah mengeluarkan bulir.

Wido juga menambahkan bahwa setelah terendam air, padi di sawahnya tak dapat berdiri tegak. Sedangkan beberapa lahan sawah di Desa Ngasinan lainnya terlihat miring dan ada juga yang roboh setelah diterjang banjir. Meski demikian, saat ini banjir yang melanda kawasan Sukoharjo telah surut.

“Kalau panen masih nanti saat usia 105 hari tapi dengan kondisi sekarang jelas bisa dipastikan hasilnya menurun,” kata Wido.

Hal ini dibenarkan oleh Samidi selaku Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) Dispertan Sukoharjo. Pihaknya mengatakan bahwa total lahan persawahaan yang terendam banjir mencapai 40 hektar dan sampai saat ini ada 5 hektar sawah yang masih terendam air.

Samidi juga mengatakan bahwa banjir yang merendam areal persawahan ini tak sampai menyebabkan puso karena sawah tak terendam terlalu lama. Hanya saja, Samidi membenarkan bahwa ada kemungkinan penurunan hasil panen akibat kerusakan yang ditimbulkan banjir.

”Kalau hanya terendam air dalam waktu dua sampai tiga hari saja tanaman padi tidak masalah,” kata Samidi seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Rabu (26/03/2014).