Sukoharjo, WartaSolo.com – Tiga desa di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo dilanda bencana banjir dan tanah longsor pada Selasa (25/03/2014). Berdasarkan keterangan yang telah berhasil dihimpun, tiga desa yang terkena dampak banjir dan tanah longsor ini antara lain adalah Desa Ngasinan, Kamal, dan Tiyaran.

Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda tiga desa di Kecamatan Bulu Sukoharjo ini menyebabkan kerugian materi yang sampai saat ini belum diketahui pasti nilainya. Berdasarkan informasi yang telah dihimpun, banjir dan tanah longsor ini tak memakan korban jiwa maupun luka-luka.


Banjir yang terjadi ini berasal dari air kiriman dari desa yang letaknya lebih tinggi, yakni dari Desa Kamal yang telah diguyur hujan yang sangat deras. Hujan deras juga diketahui mengguyur Desa Tiyaran. Sedangkan desa Ngasinan juga diguyur hujan, tetapi intensitasnya termasuk sedang sejak pukul 04.00 WIB.

Informasi ini dibenarkan oleh salah seorang warga Desa Ngasinan, Setiyadi (45) yang mengatakan bahwa banjir yang terjadi berasal dari air kiriman dua desa tetangganya. Sekitar pukul 05.00 WIB terjadi peningkatan volume air di Sungai Buntung yang cukup signifikan dan meluap pada pukul 08.00. Akibat luapan tersebut, sawah milik warga menjadi terendam.

“Di Desa Lengking juga ada sawah terendam tapi paling parah di Ngasinan karena memang lokasinya berbatasan hanya dibatasi jembatan Sungai Buntung,” kata Setiyadi, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Selasa (25/03/2014).

Selain ketiga desa yang telah sidebutkan di atas, Desa lengking juga diketahui terendam banjir, tetapi tidak terlalu parah. Kasnanto, warga Desa Kasnanto mengatakan bahwa banjir paling parah melanda Desa Ngasinan. Kasnanto juga menambahkan bahwa rumah di desa tersebut telah terndam air setinggi satu meter dan membuat warga panik, serta segera menyelamatkan diri.

Sutarto selaku Kepala UPTD Dinas Pendidika (Disdik) mengatakan bahwa ada enam sekolah dasar (SD) yang terendam banjir, yakni SD Ngasinan 3, SD Tiyaran 3, Kedungsono 2, Bulu 4,  Tiyaran 2, Kunden 2.

“Sekolah yang terkena banjir akibat luapan sungai karena lokasinya berdekatan,” kata Sutarto.