Karanganyar, WartaSolo.com – Untuk menyambut hari raya Nyepi, Umat Hindu di Karanganyar menggelar upacara Melasti untuk menyucikan diri yang dilaksanakan di Telaga Madirda yang berlokasi di Desa Berjo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ritual upacara Melasti ini bertujuan untuk menyucikan diri.

Kegiatan ritual upacara Melasti ini dipimpin oleh I Nyoman Suwendi selaku Ketua Parisda Hindu Darma Indonesia. I Nyoman Suwendi mengungkapkan bahwa upacara Melasti ini adalah ritual umat Hindu untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk. hal ini dilaksanakan dalam rangka menyambut hari raya Nyepi yang jatuh pada 31 Maret mendatang.


“Kata Male dalam Hindu artinya kekotoran. Letah artinya diri manusia. Sifat tamak dan sombong yang merugikan diri sendiri dan orang lain perlu disucikan dalam melasti,” jelas I Nyoman Suwendi, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Senin (24/03/2014).

Upacara Melasti yang digelar oleh umat Hindu ini juga diselingi dengan acara sosialisasi pemilihan umum atau pemilu yang disampaikan oleh petugas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dan umat Hindu mengetahui detail tentang pelaksanaan pemilihan umum 2014 ini.

Tak hanya itu, disela-sela acara ritual Melasti ini juga diselingi doa agar pelaksanaan Pemilu 2014 di Indonesia berjalan lancar, bersih, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini merupakan bukti dukungan umat Hindu terhadap pelaksanaan Pemilu yang adil, bersih, dan jujur.

Upacara ritual Melasti sendiri terdiri dari beberapa kegiatan yang diawali oleh pembacaan mantra oleh Pandita, Pinandita, dan dan diikuti oleh umat Hindu yang hadir di upacara tersebut. Setelah pembacaan mantra, acara ritual Melasti ini dilanjutkan dengan sedekah bumi yang memberikan sebagian hasil panen ke Telaga Mardida.

Sebagian hasil panen tersebut akan dilarung sebagai bentuk pengorbanan kepada Tuhan dan rasa syukur pada alam semesta dan mengembalikan berkat alam semesta pada alam yang terdiri dari tiga unsur, yakni tanah, air, dan sinar surya. Upacara ini tampak diikuti oleh umat Hindu dengan sungguh-sungguh dan antusias.