Sragen, WartaSolo.com – Sebuah kecelakaan terjadi setelah truk yang melewati perlintasan kereta di pintu tak berpalang di wilayah Gemolong, Sragen pada Kamis (20/03/2014). Peristiwa ini berawal ketika mesin truk yang bermuatan gabah ini mati mendadak di perlintasan dan sebuah kereta melaju adri arah utara, sehingga kecelakaan tak terelakkan lagi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa ini berawal dari sebuah truk dengan nomor polisi AD 1481 MA yang mengangkut gabah melaju di arah barat menuju jalan Solo – Purwodadi atau tepatnya di wilayah Ngembatpadas dan melewati perlintasan kereta api tanpa palang.


Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba mesin truk tersebut mati di tengah rel kereta api. Tak lama, muncul kereta api dari arah utara yang mengangkut semen dengan kecepatan yang cukup tingga. Alhasil, kereta api pun menabrak truk yang mengangkut gabah tersebut dan menyeretnya hingga ratusan meter dari perlintasan tersebut.

Kereta api pengangkut semen tersebut sempat berhenti untuk mengevakuasi truk yang terseret. Akibatnya truk rusak parah dan baknya terpisah, gabah yang diangkutnya pun berhamburan di sekitar lokasi kejadian. Dua orang yang merupakan supir truk bernama Hendrik Munawar (19) dan seorang buruh bernama Slamet Haryanto (24) berhasil selamat tanpa mengalami luka serius.

“Saat itu sekitar pukul 09.30 WIB. Truk tersebut macet di tengah rel. Saya tidak tahu pastinya berapa lama truk itu macet. Tetapi, dari utara sebuah kereta melaju. Sebelum kejadian, truk melintas kemudian saat di atas rel truk mati mesin. Saat itu KA belum kelihatan. Melihat ada kereta dari arah utara, sopir dan buruh langsung turun dari truk,” kata Warni (47), salah seorang warga yang melihat kejadian.

Seperti yang dilansir dari Solopos pada Kamis (20/03/2014), kecelakaan ini tidak sampai mengganggu jadwal keberangkatan kereta.

“Sekitar pukul 10.10 WIB KA berjalan lagi. Kecelakaan ini tidak mengganggu arus KA,” kata Burham, salah satu petugas dari PT KAI.