Karanganyar, WartaSolo.com – Setidaknya empat sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Karanganyar dinyatakan tercermar dalam tingkat yang cukup kritis. berdasarkan hasil pantauan BLH Karanganyar, tingkat pencemaran di empat sungai di Karanganyar ini sudah melebihi ambang batas dan cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan keterangan dari dinas terkait, tingkat pencemaran sungai di Karanganyar cukup tinggi karena pemicunya banyak dan berasal dari banyak sumber. Hal inilah yang menjadi kendala untuk menangani dan mengendalikan pencemaran.


Hal ini diamini oleh Sunarto selaku Kasubid Pengendalian Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar mengenai sulitnya pengendalian pencemaran sungai. Sungai yang mengalami pencemaran antara lain adalah Sungai Sroyo, Sungai Siwaluh, Sungai Pengok, dan Sungai Ngringo.

“BLH hanya dapat mengendalikan pencemaran sungai dari limbah pabrik. Sedangkan penyumbang pencemaran tidak dari itu saja. Melainkan juga limbah rumah tangga, pertanian dan peternakan. Limbah inilah yang sulit kami kendalikan,” kata Sunarto.

Pencemaran paling parah adalah Sungai Sroyo dengan parameter BOD (Biological Oxygen Demand) 3.214,661 kilogram per hari, TSS (padatan tersuspensi) 3.721,456 kilogram per hari, dan COD (Chemical Oxygen Demand) 9.445,712 kilogram per hari.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa air dari keempat sungai tersebut tidak berkualitas. Sunarto menambahkan pihaknya mewajibkan pabrik menggunakan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) untuk mengurangi kandungan racun yang terdapat di sungai.

Sunarto mengatakan bahwa kandungan racun tertinggi terdapat pada sungai yang mengalir ke kawasan industri, sedangkan yang mengalir ke pemukiman kandungan racunnya paling kecil, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Sabtu (22/03/2014).