Wonogiri, WartaSolo.com – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Wonogiri diketahui ikut atau terlibat kampanye calon legislatif (caleg). Informasi ini bersumber dari sebuah pesan singkat atau SMS yang diterima oleh Tulus PE selaku Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Wonogiri.

Meski telah menerima aduan mengenai dua oknum PNS yang terlibat kampanye, hal ini masih belum dapat diproses karena hanya bersumber dari SMS saja. Aduan akan ditindak lanjuti apabila ada laporan resmi dan bukti-bukti yang diperlukan.


Tulus menambahkan bahwa SMS aduan tersebut dapat ditindaklanjuti, pengirim SMS ini diminta untuk segera membuat laporan resmi yang berupa laporan tertulis. tak hanya itu, Tulus juga mengatakan bahwa pihaknya telah berkali-kali mengingatkan pada caleg dan parpol agar tidak melibatkan anak-anak dan PNS selama berkampanye.

Ketika ditanya mengenai siapa dan dari instansi mana oknum PNS yang diadukan tersebut, Tulus enggan menyebutkannya karena pihaknya menggunakan azas praduga tak bersalah. Hal ini akan terungkap apabila telah ada laporan tertulis dan terdapat bukti-bukti terkait keterlibatan oknum PNS tersebut.

“Saya berharap pengirim pesan singkat itu bersedia secepatnya melaporkan secara resmi disertai bukti-bukti keterlibatan PNS itu. Sebab, untuk pelanggaran regulasi pemilu, panwaslu memiliki waktu yang sangat pendek untuk menindaklanjutinya. Aduan ini tentu akan kami perhatikan. Sebab, PNS memang dilarang keras ikut berkampanye,” kata Tulus, seperti yang dilansir daru KR Jogja pada Jumat (21/03/2014).

Tulus juga mengatakan bahwa pihaknya menghimbau pada masyarakat agar proaktif dan tak segan-segan melaporkan pada Panwas apabila mengetahui pelanggaran selama masa kampanye. Aduan melalui pesan singkat sebenarnya tak dilarang, akanm tetapi hal tersebut baru ditindaklanjuti setelah yang bersangkutan membuat laporan resmi.