Klaten, WartaSolo.com – Para pengusaha tambang pasir tampaknya mengabaikan ultimatum Kapolres untuk menurunkan semua alat berat dari lereng Gunung Merapi. Hal ini terlihat masih banyaknya alat berat berupa backhoe yang diparkir di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Backhoe-backhoe tersebut juga terlihat diparkir di dekat tower milik kepolisian yang berada di Desa Sidorejo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pelbagai sumber, para pengusaha tambang pasir atau galian C yang mengoperasikan backhoe tersebut diduga disuruh berhenti untuk ementara waktu oleh oknum yang tidak diketahui hingga situasi memungkinkan untuk kegiatan penambangan lagi. Oleh sebab itulah backhoe atau alat berat tersebut tetap parkir di lereng Merapi.



Kapolres Klaten sendiri sebenarnya telah mengeluarkan ultimatum agar para pengusaha galian C untuk menurunkan semua alat berat dari lereng Merapi. Tak hanya itu, Kapolres Klaten juga mengungkapkan bahwa dirinya akan bertindak tegas apabila ada yang melanggar.

Meski peringatan dari Kapolres terdengar cukup tegas, tetapi sampai saat ini alat-alat berat atau backhoe yang parkir di lereng Merapi belum ditindak. Hal ini malah menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat bahwa ada oknum polisi yang ikut bermain di dalamnya.

“Kalau mau coba-coba silahkan, urusanya dengan saya akan menjadi panjang. Pasti dia (pelaku) akan menangis di sini. Alat berat tetap tidak boleh menambang, sekarang kan musim panen, pasir numpuk. Silahkan ditambang secara manual. Kalau tidak turun ya saya police line. Saya perlu bantuan, kalau masih ada alat berat di atas beroperasi atau tidak, akan saya selesaikan,” kata Kapolres Klaten, seperti yang dikutip dari KR Jogja pada Rabu (19/03/2014).

Hal ini diamini oleh Neta S Pane selaku Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) bahwa backhoe-backhoe yang parkir di lereng merapi tidak segera dirindak, akan menimbulkan prasangka yang tidak baik dikalangan masyarakat.