Boyolali, WartaSolo.com – Warga Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari Boyolali mengeluh jalan yang rusak yang mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Beberapa kali menyampaikan keluhan dan tak mendapat tanggapan, warga akhirnya menanam pohon pisang di lubang jalan dan memajang poster yang berisi sindiran mengenai jalan yang rusak.

Jalan yang rusak di Desa Tegalgiri ini adalah jalan penghubung Kecamatan Nogosari dengan Mangu yang menuju ke arah Bandara Adi Soemarmo. Warga sekitar menanam pohon pisang sebagai sindiran atas lambatnya tindakan pemerintah dalam memperbaiki jalan yang rusak.


Tak hanya sekadar menanam pohon pisang sebagai bentuk protes dan sindiran pada pemerintah setempat, warga juga memasang poster sebagai petunjuk bagi pengguna jalan agar tak jauh terperosok akibat adanya lubang jalan. Seperti yang kita ketahui, kerusakan jalan yang cukup parah ini dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan keterangan warga Desa Tegalgiri, kerusakan jalan di jalur Kecamatan Nogosari – Mangu ini sudah berlangsung cukup lama dan sampai saat ini belum mendapat sentuhan perbaikan dari pihak yang berwenang. Warga juga mengaku kecewa karena keluhan mereka selama ini belum mendapat tanggapan.

“Lubang yang menganga kalau hujan sulit dikenali pengendara. Makanya kami tanami agar sekalian menjadi penunjuk lubang,” kata Ngatemin sambil menunjukkan pohon pisang yang ada di lubang jalan yang cukup besar dan dalam.

M Qodri selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral atau DPU ESDM Boyolali mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima keluhan warga dan kini telah bergerak cepat dengan menyiapkan satu paket perbaikan jalan yang didukung oleh Unit Reaksi Cepat (URC).

Tak hanya itu, M Qodri juga menambahkan bahwa saat ini perbaikan jalan merupakan prioritas dan anggaran yang dibutuhkan telah dipersiapkan. Selain itu, M Qodri juga menambahkan agar masyarakat sedikit bersabar untuk menunggu proses lelang selesai dan perbaikan akan segera di mulai sebelum Mei 2014.

“Jalan tersebut menjadi salah satu prioritas perbaikan. Anggaran sudah kami alokasikan dan sekarang sudah proses lelang,” kata M Qodri, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Selasa (18/03/2014).