Solo, WartaSolo.com – Pembukaan kembali Museum Radya Pustaka kembali molor karena proses renovasi yang sampai saat ini belum selesaai. Awalnya, Museum Radya Pustaka ini akan dibuka pada Maret ini tetapi kemudian diundur hingga April mendatang. Hal ini sempat membuat wisawatan kecele.

Apa sebenarnya masalah yang membuat pembukaan Museum Radya Pustaka ini molor? Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, renovasi Museum Radya Pustaka memang sudah hampir selesai, tetaapi yang sampai saat ini masih belum selesai adalah pentaan koleksi yang tepat untuk memberikan suasana yang hidup bagi para wisatawan.



Hal ini diamini oleh Purnomo Subagyo selaku Ketua Komite Museum Radya Pustaka yang mengakui bahwa masalah pentaan koleksi menjadi hambatan utama pembukaan Museum Radya Pustaka. Ia juga menambahkan bahwa saat ini penataan dan pemajangan koleksi di Museum Radya Pustaka masih belum optimal dan mispersepsi.

Purnomo menambahkan bahwa beberapa koleksi masterpiece yang seharusnya ditampilkan di ruang depan seperti tosan aji dan kerajinan perunggu malah ditempatkan di ruang belakang. Beberapa koleksi wayang dan Alquran Jawa juga belum ditata sesuai harapan.

“Yang belum ditata tinggal wayang dan Alquran Jawa. Namun dua koleksi ini tidak pas kalau dikasih di ruang utama. Kurang menarik dan berpotensi rusak kalau terus disorot pencahayaan. Yang kerja hanya tujuh orang tim teknis, makanya agak lambat,” kata Purnomo Subagyo.

Tertundanya pembukaan Museum Radya Pustaka ini sempat membuat beberapa wisatawan yang ingin mengunjungi museum tersebut kecele. Mereka akhirnya mengalihkan tujuan wisata ke tempat lain.

“Saya tidak tahu kalau [museum] masih ditata ulang. Akhirnya saya ke Museum Sangiran. Kata teman saya, di sana banyak literasi soal sejarah Keraton Solo. Bagi saya itu menarik. Radya Pustaka sudah jadi salah satu kunjungan wajib saya. Tetap saya tunggu,” kata Azizah Eka Wardani (29), wisatawan asal Tlogosari, Semarang, seperti yang dilansir dari Solopos pada Senin (17/03/2014).