Klaten, WartaSolo.com – Penambang pasir yang menggunakan alat berat berupa eskavator atau backhoe nekat mengeruk pasir yang ada di tebing Kali Woro akhirnya ditindak oleh polisi setempat pada Kamis (13/03/2014). hal ini merupakan tindak lanjut laporan warga mengenai aksi penambangan pasir di aliran Kali Woro, Kabupaten Klaten.

Seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, penambangan pasir di tebing Kali Woro dilarang karena dapat merusak lingkungan dan memusnahkan sumber mata air. Pemkab Klaten pun mengatakan bahwa pihaknya tak akan mengeluarkan izin baru untuk usaha penambangan pasir.


Meski demikian, ada pengusaha tambang pasir yang nakal dan nekat melakukan pengerukan di tebing Kali Woro. Aktivitas ini kemudian diketahui oleh warga dan melaporkannya ke Polres Klaten. Menanggapi laporan tersebut, petugas Polres Klaten segera mendatangi lokasi dan menemukan sebuah backhoe atau eskavator yang nekat mengeruk pasir di tebing Kali Woro yang berlokasi di Desa Tegalmulyo.

Petugas Polres Klaten akhirnya mengamankan operator backhoe untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Mapolsek Kemalang. Sedangkan satu unit backhoe yang digunakan untuk mengeruk pasir ini diberi garis polisi.

Berdasarkan informasi yang telah dihimpun, backhoe tersebut adalah milik penambang pasir Kali Woro yang sudah diperingatkan oleh Tim Pengendalian Pemkab Klaten, serta diketahui tidak memiliki izin untuk aktivitas penambangan pasir.

Nazirwan Adjie, Kapolres Klaten mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan lebih lanjut dan tidak segan-segan untuk menyita alat berat dan menindak pengusaha tersebut juka terbukti melanggar peraturan.

“Namun ternyata, pengusaha tetap nekat dan memaksakan melakukan penambangan di Kali Woro. Begitu kami mendapatkan laporan, tim Sat Reskrim segera meluncur untuk mengamankan lokasi. Jika dalam penyelidikan jelas kasus pidananya, maka alat berat disita,” kata Nazirwan Adjie, seperti yang dilansir dari Timlo pada Jumat (14/03/2014).