Wonogiri, WartaSolo.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri mengelar penertiban puluhan spanduk dan reklame liar yang terpasang di pinggir jalan. Penertiban ini merupakan tindak lanjut atas keluhan warga mengenai banyaknya spanduk dan reklame tak berizin bertebaran di sepanjang jalan.

Puluhan reklame dan spanduk yang ditertibkan oleh Satpol PP ini diketahui tidak berizin dan ada yang izinnya sudah kadaluwarsa. Berdasarkan informasi warga, spanduk dan reklame liar di pinggir jalan ini mulai marak sejak sebulan terakhir ini. Warga pun mengeluhkan keberadaan reklame dan soanduk tersebut karena mengganggu pandangan.


Menanggapi keluhan warga mengenai puluhan spanduk liar yang kian marak, Pemkab Wonogiri akhirnya menurunkan Satpol PP untuk menertibkan dan mencopoti semua spanduk dan reklame yang diketahui tak berizin. Spanduk dan puluhan reklame liar tersebut kini disita oleh petugas Satpol PP Wonogiri.

Penertiban yang dilakukan oleh petugas Satpol PP ini sudah sesuai dengan peraturan bupati (Perbup) no 22/2006 yang mengatur tentang pajak reklame dan spanduk yang menyebutkan bahwa semua spanduk dan reklame yang dipasang di pinggir jalan harus memiliki izin. Jika tidak memiliki izin, maka spanduk tersebut dianggap liar dan petugas berhak mencopotinya, hal ini diungkapkan oleh Sulardi, selaku Kasi Penegakan Perda Satpol PP Wonogiri.

Sulardi menambahkan bahwa maraknya spanduk dan reklame liar yang terpasang di sepanjang jalan ini akan merusak keindahan kota. Pesta demokrasi yang akan dilakukan pada April nanti menjadi pemicu maraknya spanduk dan baliho liar.

“Banyak laporan dari masyarakat yang mengeluhkan maraknya spanduk dan reklame liar dipasang di pinggir jalan protokol. Makanya kami langsung mencopoti spanduk dan reklame tersebut,” kata Sulardi, seperti yang dilansir dari Solopos pada Jumat (14/04/2014).