Wonogiri, WartaSolo.com – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) telah mengungkapkan wacana untuk membangun 7 pasar tradisional yang berada di wilayah Kabupaten Wonogiri. Meski demikian, pihak Pemkab Wonogiri sampai saat ini belum melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan pasar tradisional tersebut.

Sebelum melakukan sosialisasi, pihak Disperindagkop dan UMKM telah mewacanakan pembangunan tujuh pasar tradisional di Wonogiri pada para pedagang yang telah menempati kios dan los pasar. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan umpan balik atau tanggapan pedagang terkait rencana yang diungkapkan oleh Pemkab Wonogiri.


Pemkab Wonogiri melalui Disperindagkop dan UMKM mengatakan bahwa wacana pembangunan tujuh pasar tradisional ini akan dimulai pada tahun 2014 ini dan diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 6,5 miliar. Dana pembangunan pasar ini akan diambil dari APBD sebesar 4,5 miliar dan DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp 2 miliar.


Agus Suprihanto selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Disperindagkop dan UMKM yang mewakili Kepala Disperindagkop dan UMKM mengungkapkan bahwa ketujuh pasar tradisional yang akan dibangun adalah pasar kecamatan Puh Pelem, Wuryantoro, Pracimantoro, Sidoharjo, Purwantoro, Ngadirojo, dan Sidorejo/Wonogiri.

“Untuk Pasar Purwantoro dan Pasar Sidorejo/Wonogiri dana pembangunannya bersumber dari DAK tahun 2014. Kalau prinsip saya lebih cepat lebih baik, soalnya wacana ini sudah kita munculkan jauh-jauh hari. Pembangunan ini meliputi kios dan los pasar,memang anggarannya kalau untuk pembangunan total tidak mencukupi. Yang penting ada perubahan terhadap pasar-pasar itu biar lebih kelihatan bersih dan rapi,” kata Agus Suprihanto.

Seperti yang dilansir dari Timlo pada Rabu (12/03/2014), pembangunan ketujuh pasar di Wonogiri ini diharapkan dapat segera dimulai agar pasar tradisional terlhat lebih rapi dan bersih.