Klaten, WartaSolo.com – Ayam tiren (mati kemarin) atau ayam bangkai mulai marak dijual bebas di pasar tradisional di sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten. Pemkab Klaten telah menurunkan tim gabungan untuk menggelar razia peredaran ayam potong dan daging sapi pada Selasa (11/03/2014). Hasil razia gabungan tersebut membuahkan hasil dan menyita sejumlah bangkai ayam atau ayam tiren.

Razia yang digelar oleh Pemkab Klaten ini terdiri dari beberapa dinas terkait, antara lain adalah Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM), Bagian Perekonomian, Dinas Pertanian (Dispertan), dan dibantu oleh Satpol PP.


Berdasarkan hasil razia yang dilakukan oleh tim gabungan Pemkab Klaten, telah ditemukan ayam tiren atau ayam bangkai di pasar tradisional yang berlokasi di Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Klaten. Petugas langsung menyita dan mendata pedagang yang menjual bangkai ayam tersebut.

Tim gabungan Pemkab Klaten ini juga menggelar razia daging ayam poting dan sapi di pasar tradisional yang berlokasi di Desa Keden, Kecamatan Pedan. Di pasar ini, tim gabungan tidak menemukan ayam tiren atau daging sapi yang tidak layak. Tim gabungan juga mengatakan bahwa daging yang dijual di pasar tersebut sehat.

“Ada enam bangkai ayam yang kami sita. Pedagang langsung kami data dan diberi penyuluhan agar tidak lagi menjual ayam tiren. Kami tidak segan-segan akan menindak jika nanti masih nekat menjual ayam tak sehat tersebut,” kata Murtopo, Kepala UPT Rumah Pemotongan Hewan Dispertan Klaten.

Murtopo juga mengatakan agar masyarakat waspada terhadap ayam tiren yang biasanya memiliki ciri-ciri warna dagingnya pucat, leher penuh darah, dan regangan leher tempat penyembelihan kecil, seperti yang dikutip dari KR Jogja pada Rabu (12/03/2014).