WartaSolo.com – Gunung Slamet kini meningkat statusnya menjadi waspada sejak senin (10/3) pukul 21.00 WIB. Hal ini telah diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta menghimbau para masyarakat sekitar agar waspada terhadap aktifitas gunung Slamet ini.

Peningkatan gempa meningkat sejak 2 maret 2014 sampai sekarang. Dan berdasarkan catatan BNPB pada 8-10 maret 2014 telah terjadi 441 gempa hembusan dan sembilan kali gemoa vulkanik dangkal. Dengan kejadian ini para wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan mendaki dan beraktifitas dalam radius 2km dari kawah gunung Slamet.


Seperti WartaSolo lansir dari Republika, Rabu (12/3/2014) Dengan meningkatnya status menjadi waspada perlu adanya penyuluhan, sosialisasi, penilaian bahaya, pengecekan sarana dan juga pelaksanaan piket terbatas. Sebaiknya masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan jangan panik. Mengumpulkan barang – barang yang dianggap berharga, sehingga saat akan dilakukan evakuasi, para masyarakat tidak kehilangan barangnya.

Dengan meningkatnya status Gunung Slamet menjadi waspada, semakin menambah rentenatn Gunung di Indonesia yang berstatus waspada. Samapi saat ini terdapat satu gunung berstatus Awas (level IV) yaitu Sinabung, tiga berstatus Siaga (level III), yaitu Karangetang, Rokatenda, Lokon. Dan 19 gunung berstatus Waspada yaitu Slamet, Kelud, Raung, Ibu, Lewotobi Perempuan, Ijen, Gamkonora, Soputan, Sangeangapi, Papandayan, Dieng, Gamalama, Bromo, Semeru, Talang, Anak Krakatau, Marapi, Dukono dan Kerinci.