WartaSolo.com – Sampah merupakan masalah besar bagi warga Jakarta selain Macet dan juga Banjir. Sampah masih sering terlihat di badan jalan dan juga di kali. Pengangkutan sampah di Jakarta terhambat karena adanya kontrak dengan pihak swasta yang dinilai kurang efektif. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kini akan memperbaharui kontrak pengankutan sampah di Jakarta.

Terhitung mulai bulan April sistem pengangkutan sampah oleh pihak swasta akan dihitung per rit ( perjalanan truk bolak balik). Dengan adanya sistem rit ini pemerintah DKI dapat menghemat anggaran sehingga dapat digunakan untuk membeli truk sampah lagi.



“Saya bilang ya ubah dong kontraknya. Mana bisa pakai jam, pakai rit saja biar lebih simpel. Jadi per rit bayar berapa, tinggal dihitung saja nantinya,” kata Ahok seperti WartaSolo lansir dari Detik, Rabu (12/3/2014).

Untuk pengangkutan sampah kendaraan tipe kecil, dikenai biaya Rp 22.393 per ton. Sedangkan untuk tipe angkutan besar biayanya Rp 167.343 per ton. Hal ini tentunya selain efektif juga dapat menghemat anggaran pemerintah. Serta alat berat untuk pengangkutan sampah juga tidak nganggur begitu saja karena terikat dengan sewa mobil per delapan jam yang hanya bisa ngangku satu rit saja.

Perubahan kontrak yang dilakukan oleh Ahok dengan pihak swasta ini bukan tanpa alasan. Ini dilakukan karena adanya banyak laporan tentang penumpukan sampah dibadan jalan. Dan Setelah dikonfirmasi ke kepala dinas kebersihan, ternyata karena ada kontrak pengangkutan sampah dengan pihak swasta.