Wonogiri, WartaSolo.com – hama tikus dikabarkan telah menyerang lahar pertanian di 5 kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Serangan hama tikus ini mulai membuat resah petani do lima kecamatan di kabupaten tersebut. Selama ini tikus dinilai sebagai hama yang memiliki daya rusak yang cukup tinggi terhadap lahan pertanian.

Serangan hama tikus ini marak di lima kecamatan di Kabupaten Wonogiri, antara lain adalah kecamatan Slogohimo, Sifoharjo, Puhpelem, Girimarto, dan Selogiri. Akibat serangan hama tikus tersebut, lahan pertanian warga seluas 128 hektar mengalami kerusakan dalam kategori ringan dan sedang.


Meski belum ada yang mengalami tingkat kerusakan yang tinggi, tetapi jika tidak segera ditindak, maka hama tikus akan kian menyebar dan semakin banyak. Bahkan, saat ini lahan pertanian seluas 169 hektar yang tersebar di Kabupaten Wonogiri berpotensi terkena serangan hama tersebut.

Ir H Safuan selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura (PTPH) Wonogiri mengungkapkan pada Selasa (11/03/2014) bahwa hama yang menyerang lahan pertanian warga bukan hanya tikus, tetapi juga hama penggerek batang yang turut menyumbang kerusakan lahan pertanian yang ada.

Mengatasi serangan hama yang kian marak, Dispertan Wonogiri mengambil tindakan untuk mencegah meluasnya serangan hama tersebut dengan membagikan obat tikus yang terdiri dari blast, pithon, dan alpostrant.

“Dari angka tersebut 64 hektare rusak ringan, 11 hektare lainnya rusak sedang. Seluas 57 hektare bisa dikendalikan dengan semprotan pestisida dan 33 hektare sisanya dengan cara lain tradisional misalnya dengan gropyokan maupun oposanĀ  pada ‘rong’ atau tempat-tempat kawanan tikus bersembunyi,” kata Ir H Safuan, seperti yang dikutip dari KR Jogja pada Selasa (11/03/2014).