Boyolali, WartaSolo.com – Tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan pipa saluran air. PMI (Palang Merah Indonesia) Solo mengirimkan bantuan berupa pipa air untuk membantu warga Boyolali yang terputus pasokan airnya.

Akhir-akhir ini hujan deras melanda Kabupaten Boyolali dan menyebabkan tanah longsor di wilayah Kecamatan Cepogo dan Selo. Akibat tanah longsor ini, terjadi kerusakan pipa saluran air dan menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.


Kerusakan pipa saluran air ini terjadi di dua titik di Kecamatan Cepogo. Material longsoran yang merusak pipa saluran air ini berasal dari puncak Gunung Bibi yang lokasinya berada di sebelah timur Gunung Merapi. Material berupa lumpur bercampur baru ini merusak pipa dan memutuskan pasokan air ke rumah warga.

Putusnya saluran air ini membuat warga harus mengandalkan air hujan sebagai satu-satunya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pihak PMI Solo telah mengirimkan bantuan berupa pipa pralon dan besi sepanjang 1400 meter berukuran 2 dim untuk mengganti pipa yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Sumbung, Sutarto mengataan bahwa akibat kerusakan pipa air yang terjadi menyebabkan 65 kepala keluarga yang berasal di Desa Sumbung dan sebagian dari Dukuh Sukorejo mengalami kesulitan air bersih. Warga juga tak dapat mengambil air dari kali Soko karena letaknya cukup jauh.

Sutarto menambahkan bahwa kerusakan pipa saluran air pada Desa Sumbung dan Dukuh Sukorejo masing-masing 300 meter. Sekitar 100 lebih warga dikerahkan secara swadaya untuk memperbaiki kerusakan saluran air tersebut agar pasokan air bersih dapat kembali lancar.

“Untuk Dukuh Sukorejo, seluruh warganya kesulitan karena hanya mengandalkan mata air di Kali Soko. Sementara untuk Desa Sumbung masih terbantu, karena punya saluran ke mata air lain,” kata Sutarto, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Selasa (11/03/2014).