Klaten, WartaSolo.com – Pagi ini, Senin (10/03/2014), gunung Merapi mengalami letupan kecil sekira pukul 07.08 dan menyemburkan asap setinggi 1.500 meter. Akibat letupan kecil yang terjadi du gunung paling aktif di dunia ini membuat beberapa wilayah wilayah Klaten yang dekat dengan gunung Merapi diguyur hujan abu.

“Ya, lereng Gunung Merapi kembali diguyur hujan abu, pagi ini” kata Agus (30), salah seorang warga.


Letupan gunung Merapi pagi ini yang diikuti oleh hujan abu ini sempat membuat panik warga yang tinggal di beberapa desa di wilayah Kecamatan Kemalang, Klaten. Warga mengira bahwa gunung Merapi akan meletus, tetapi hal tersebut tak terjadi dan warga kembali tenang.

Berdasarkan keterangan dari Sri Winoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, memang gunung Merapi mengalami letupan kecil pagi ini dan mengakibatkan hujan abu disejumlah wilayah yang berada di lereng gunung Merapi.

Letupan kecil gunung Merapi yang terjadi pagi ini ditandai dengan munculnya awan hitam setinggi kurang lebih 1.500 meter. Hal ini dibarengi dengan munculnya angin yang bertiup ke arah barat daya, sehingga terjadi hujan abu di sebelah barat daya gunung Merapi.

BPBD Klaten menghimbau warga Klaten yang terkena dampak hujan abu untuk mengenakan masker saat beraktivitas agar tidak berdampak pada kesehatan. Pihaknya juga menghimbau agar warga tenang karena saat ini status gunung Merapi masih belum berubah, yakni aktif normal dan tak ada tanda-tanda akan terjadi erupsi.

“Info dari BPPTK (Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian) Yogyakarta, terjadi letupan kecil Gunung Merapi pada jam 07.08 WIB. Kami telah mengimbau warga agar tetap di rumah selama masih terjadi hujan abu. Mereka juga kita harap untuk tetap waspada. Kondisi Merapi masih normal, warga tidak perlu khawatir,” kata Sri Winoto, seperti yang dilansir dari Timlo pada Senin (10/03/2014).