Sukoharjo, WartaSolo.com – Harga cabai di wilayah Sukoharjo melonjak hingga tembus di angka Rp 80 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai di Sukoharjo ini stabil di angka Rp 60 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini membuat banyak pembeli yang menunda untuk membelo cabai.

Kenaikan harga cabai yang cukup signifikan di Sukoharjo ini membuat pembeli menunda untuk membeli cabai. Hal ini drasakan oleh para pedagang sayur yang mengeluh sepinya pembeli yang berakibat anjloknya pendapatan mereka. Sampai saat ini belum diketahui penyebab kenaikan harga cabai tersebut.


Penurunan penjualan cabai akibat kenaikan harga ini juga diungkapkan oleh Sulastri, salah seorang pedagang sayur yang berlokasi disekitar pasar Ir. Soekarno yang mengatakan bahwa kenaikan harga cabai ini juga memberatkan pedagang seperti dirinya.

Sulastri menjelaskan bahwa kenaikan harga ini menyebabkan barang yang ia sediakan berkurang karena keterbatasan modal yang ia miliki. Tak hanya itu, kenaikan harga ini kabarnya juga dipengaruhi oleh sedikitnya stok barang dipasaran yang terbatas.

Selain stok yang dapat disediakan berkurang karena keterbatasan modal, Sulastri juga menambahkan bahwa jumlah pembeli juga menurun. Hal ini jelas menurunkan pendapatan para pedagang. Kenaikan harga cabai ini membuat sebagian pembeli menunda atau membatasi pembelian cabai.

“Dalam satu pekan naik Rp 20 ribu per kilogram jelas sangat berat tidak hanya pembeli termasuk saya sebagai pedagang. Biasanya pelanggan beli antara satu kilogram hingga dua kilogram, tapi sekarang cukup satu ons saja,” kata Sulastri.

Sedangkan menurut pedagang lainnya, kenaikan harga cabai ini dipengaruhi oleh hujan abu gunung Kelud pada pertengahan Februari lalu yang menyebabkan banyak petani cabai gagal panen, sehingga stok di pasar sedikit.

“Ada juga yang sudah keluar cabai tapi hasilnya tidak maksimal bahkan busuk. Harga naik tinggi pedagang tetap rugi, karena daya beli masyarakat juga terbatas,” kata Subagyo, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Senin (10/03/2014).