Karanganyar, WartaSolo.com – Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di Kabupaten Karanganyar terus didorong untu menggunakan obat herbal yang dinilai lebih aman bagi kesehatan. Hal ini digagas oleh Pemkab Karanganyar yang telah menjajaki metode pengobatan dan penggunaan obat herbal untuk seluruh puskesmas yang ada di kabupaten tersebut.

Pemkab Karanganyar telah menggandeng B2P2TOOT (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional) dalam rangka memperjuangkan standarisasi dan terus melakukan hasil riset produk herbal yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat.


Pihak B2P2TOOT melalui Juniman, selaku Penanggungjawab Bagian Laboratorium Fitokimia di lembaga tersebut mengungkapkan pada Minggu (09/03/2014) bahwa Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan penggunaan obat herbal untuk menangani penyakit-penyakit berat yang sering diderita oleh masyarakat saat ini, sebut saja diabetes, kanker, dan tekanan darah tinggi.

Tak hanya itu, Juniman mengatakan bahwa lembaga B2P2TOOT terus melakukan riset dan kajian untuk meningkatkan jumlah obat herbal yang digunakan untuk mengobati pelbagai penyakit berdasarkan rekomendasi dari kementerian Kesehatan.

Juniman mengungkapkan bahwa Kemenkes telah mencanangkan penggunaan obat herbal yang kemampuannya disamakan dengan obat-obatan medis sejak tahun 2010. Obat herbal tersebut juga harus mendapatkan sertifikasi setelah melalui pengujian dan pembuktian terkait khasiat sebuah obat tradisional.

“Kemenkes sudah mencanangkan konsumsi obat-obatan tradisional pada 2010. Khasiatnya disamakan dengan metode medis modern. Patani binaan menanam jenis pegagan, steva, kumis kucing dan sebagainya. Lereng Gunung Lawu sangat tepat untuk membudidayakannya. Kami memilih lahan di ketinggian 1.200, 1.800 dan 600 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Juniman, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Minggu (09/03/2014).