WartaSolo.com – Hipetrensi adalah salah satu gangguan kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia, dan juga dunia. Namun, sesungguhnya risiko seseorang menderita hipertensi dapat dicegah, salah satunya dengan mengontrol asupan garam.

“Garam memiliki daya untuk menyerap cairan dalam tubuh. Inilah, yang menjadi salah satu faktor tekanan darah meningkat,” ujar pakar hipertensi Arieska Ann Soenata di Jakarta sebagaimana dikutip WartaSolo dari laman Kabar24, Sabtu (8/3/2014).


Asupan garam yang dikonsumsi dalam sehari disarankan tidak melebihi satu sendok teh atau tidak lebih dari enam gram Natrium Klorida. Meski demikian, menurut Arieska, takaran ini harus mempertimbangkan kualitas hidup masing-masing orang, karena tidak setiap orang mampu mengonsumsi makanan yang rendah asupan garamnya.

“Asupan garam yang disarankan sekitar satu sendok teh sehari, tetapi kita juga harus lihat kualitas hidup kita. Agar tekanan darah tidak naik karena stres. Menurut saya diperkirakan saja,” kata Arieska.

Guna mengurangi asupan garam kedalam tubuh, salah satu caranya adalah dengan tidak menambah takaran garam dalam masakan. Atau tidak menaruh garam di atas meja makan sehingga tidak memicu seseorang untuk menambahkan takaran garam pada makanannya.

“Mesti ada akal untuk kurangi asupan garam. Misalnya saat makan, jangan taruh garam di atas meja,” ujarnya.

Maish menurut Arieska, di Indonesia terdapat pergeseran pola makan yang mengarah pada makanan cepat saji dan yang diawetkan. Semua makanan ini, banyak mengandung garam, lemak jenuh, dan rendah serat. Ditambah lagi adanya makanan asli Indonesia yang diketahui banyak mengandung garam, seperti kerupuk, kecap dan sambal botol.

Arieska melanjutkan, selain mengontrol asupan garam, seseorang juga harus mengubah gaya hidup, misalnya dengan diet sehat, melakukan aktivitas fisik teratur, mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal serta menjaga lingkungan bebas dari asap rokok.

Sebagai tambahan informasi, hipertensi merupakan suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Seorang dikatakan hipertensi bila tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastoliknya lebih dari 140/90 mmHg. Mengurangi asupan garam dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 5,4 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 2,8 mmHg.