Boyolali, WartaSolo.com – Jembatan peninggalan Belanda yang menghubungakn Desa Doplang, Kecamatan Teras dengan Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali ambrol dan menyebabkan jalut tersebut terputus. Akibat peristiwa tersebut, dua pengendara sepeda motor terjatuh dan mengalami luka-luka.

Peristiwa ambrolnya jembatan peninggalan Belanda tersebut terjadi pada Rabu sore (05/03/2014). Berdasarkan keterangan warga, penyebab ambrolnya jembatan yang menghubungakn dua desa dari dua Kecamatan di Boyolali tersebut akibat tergerus banjir di sungai Plegung. Tak hanya itu, ambrolnya jembatan tersebut juga dipengaruhi oleh usia jembatan yang sudah cukup tua.


Setelah ambrol jalur yang menghubungkan Desa Doplang, Kecamatan Teras dengan Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit ini terputus dan pengguna jalan harus melewati jalur lain, yakni memutar sejauh 2,5 kilometer. Warga desa setempat telah memasang rambu-rambu peringatan berupa bambu di jalan menuju jembatan tersebut.

“Sehari-hari saya antar koran ya lewat jembatan itu. Tapi setelah jalurnya terputus, ya memutar jalan dengan jarak yang lumayan jauh,” kata Kusnadi, warga Dukuh Kiyaran, Desa Gombang, Kecamatan Sawit yang berprofesi sebagai loper koran.

Ambrolnya jembatan peninggalan Belanda di Boyolali ini nyaris memakan korban karena saat peristiwa terjadi, pasangan suami istri Sapari (50) dan Retin Rahayu (40) sedang melewati jembatan tersebut. Kedua pengendara ini selamat dan hanya mengalami luka lecet-lecet saja. Kedua pengendara motor tersebut adalah warga Dukuh Mangkubumen, RT 05/RW 03, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit.

Berdasarkan keterangan dari Mudho Sarwanto (83), peristiwa ambrolnya jebatan peninggalan Belanda ini terjadi pada Rabu sore sekira pukul 15.30. Dirinya mengaku tidak melihat ambrolnya jembatan tersebut secara langsung.

“Ada pengendara motor yang minta tolong warga karena jatuh saat melewati jembatan ambrol itu,” kata Mudho, seperti yang dikutip dari Solopos pada Jumat (07/03/2014).

Mudho menambahkan bahwa jembatan yang ambrol tersebut dibangun ketika zaman penjajahan Belanda dan sampai sekarang belum pernah dilakukan rehabilitasi. Selama ini jembatan tersebut hanya mendapat renovasi kecil pada pembatas jalan.