WartaSolo.com – Setelah lama tidak terdengar kabarnya, kini kabarnya pesawat Supersonik Concorde akan kembali digarap setelah 40 tahun dihentikan. Hal ini disebabkan banyaknya kecelakaan yang terjadi. Dimana salah satu masalah yang dialami Concorde yakni adanya dentuman sonik atau suara mengganggu yang dihasilkan gelombang listrik, pada saat kecepatan benda melebihi kecepatan suara.

Seperti WartaSolo kutip dari Detik, Sabtu (9/3/2014) Dengan adanya identifikasi tersebut, beberapa perusahaan dirgantara berencana akan mengembangkan pesawat supersonik kembali dengan menghilangkan efek mengganggu tersebut.


Diantaranya yakni Aerion Corporation, dimana perusahaan ini akan mengembangkan sebuah jet komersil yang mencapai kecepatan hingga 1,6 March dan siap dirilis pada tahun 2020.

Dan ada satu lagi perusahaan yang akan membuat pesawat supersonik yakni Spike Aerospace, perusahaan ini akan membuat S-512 yakni sebuah jet bisnis dengan kecepatan 1,8 March yang akan dirilis pada tahun 2018.

Rencananya perusahaan ini akan membuat pesawat tanpa jendela, yang bertujuan untuk mengurangi dentuman sonik yang dihasilkan.

Sayap yang digunakan oleh kedua perusahaan tersebut akan memiliki ukuran yang lebih tipis dan juga lebih pendek dari pada sayap biasa. dari hasil analisa, penggunaan sayap yang tipis dan lebih pendek ini mampu mengurangi gesekan hingga 80 persen dan daya tarik pesawat meningkat hingga 20 persen.