Boyolali, WartaSolo.com – Kondisi puncak gunung Merapi saat ini dalam keadaan berbahaya dan sangat berpotensi terjadi tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur akhir-akhir ini. BTNGM (Balai Taman Nasional Gunung Merapi) menghimbau pada para pendaki untuk tidak naik sampai ke puncak gunung merapi demngan alasan keselamatan.

Jalur pendakian gunung Merapi memang tidak ditutup dan para pendaki masih dapat melakukan aktivitas pendakian di gunung api teraktif di dunia ini. Namun, para pendaki dihimbau agar tidak naik sampai ke puncak Merapi dan hanya diperbolehkan sampai Pasar Bubrah.


Saat ini keadaan puncak Merapi sangat berbahaya karena rawan terjadi longsor yang mengancam keselamatan pendaki gunung. Berdasarkan pantauan relawan, saat ini material padat yang berada di puncak Merapi belum turun dan hal ini akan berbahaya bila terjadi hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Seperti yang kita ketahui, hujan deras yang mengguyur puncak gunung Merapi pada Rabu (05/03/2014) lalu telah menimbulkan banjir lahar hujan yang menganyutkan satu unit backhhoe dan truk penambang pasir di kali Apu. Material yang turun tersebut ternyata berasal dari tebing-tebing di sisi gunung Merapi.

Pihak BTNGM mengungkapkan bahwa pihaknya memang memiliki rencana untuk menutup sementara jalur pendakian gunung Merapi demi keselamatan pendaki selama musim penghujan. BTNGM menggandeng relawan untuk melakukan pengecekan terhadap keadaan material vulkanik yang berada di puncak gunung.

“Ini masih sangat kecil, di Puncak, tiga hari sebelum longsor saya naik, disana kondisi tanah sangat labil dan mudah longsor,” kata Mujianto, relawan Jaring Informasi Lingkar (Jalin) Merapi, seperti yang dilansir dari Tomlo pada Jumat (07/03/2014).

Mujianto juga menambahkan bahwa material vulkanik yang merupakan sisa letusan pada tahun 2010 ini masih menumpuk di puncak dan longsoran yang terjadi pada Rabu kemarin baru sebagian kecil saja.