Boyolali, WartaSolo.com – Aktivitas penambangan pasir dengan alat berat di sepanjang aliran Kali Apu dihentikan sementara akibat terjadinya lahar hujan pada Rabu (05/03/2014) lalu. Sungai atau kali Apu ini berlokasi di perbatasan Desa Klakah dan Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Penghentian aktivitas penambangan dengan alat berat ini dinilai sebagai tindakan tepat untuk menghindari korban jiwa maupun materi akibat terjadinya lahar hujan. Banjir lahar hujan yang terjadi pada Rabu lalu telah menghanyutkan beberapa alat berat penambang pasir, yakni satu unit backhoe dan satu unit truk.


Keadaan backhoe dan truk yang hanyut tersebut cukup mengenaskan karena telah hancur akibat terseret banjir lahar hujan gunung Merapi. Satu unit backhoe yang hanyut ditemukan dalam keadaan terpisah dalam beberapa bagian dan pihak Aparat baru menemukan bagian ARM dan bucket backhoe tersebut.

Tak hanya itu, peristiwa banjir lahar hujan yang terjadi kemarin juga membuat satu unit backhoe, truk, dan mobile Feroza terjebak di tengah aliran kali Apu. Kabar terakhir menyebutkan bahwa backhoe dan mobil yang terjebak tersebut telah berhasil dievakuasi dan dapat berfungsi dengan baik. Sedangkan truk yang juga berhasil dievakuasi dalam keadaan rusak.

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Selo, AKP Suparma, mengungkapkan bahwa truk yang rusak tersebut karena tertimbun pasir. Pihaknya bersama relawan juga menggelar patroli di sepanjang aliran sungai Apu untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama.

Suparma juga menambahkan bahwa menurut saksi mata, sebelum terjadinya banjir lahar hujan, puncak merapi diselimuti mendung yang cukup tebal. Tak lama, banjir lahar hujan pun datang dan membuat warga dan para penambang lari menyelamatkan diri.

‚ÄúSemua langsung lari dengan meninggalkan peralatan dan armada yang ada di sungai,” kata Suparma, seperti yang dilansir dari Solopos pada Kamis (06/03/2014).