Boyolali, WartaSolo.com –Pendopo yang berlokasi di kompleks bekas Kantor Bupati Boyolali akan dirubuhkan dan dibongkar. Hal ini dilakukan karena kompleks tersebut akan dibangun rumah dinas bupati yang mengusung konsep hutan kota yang nantinya dapat diakses oleh masyarakat.

Pemkab Boyolali kabarnya telah menyiapkan dana hingga Rp 6 miliar untuk membangun rumah dinas bupati di kompleks bekas kantor bupati yang berlokasi di Jalan Merbabu. Seperti yang kita ketahui, saat ini kantor Bupati telah pindah ke gedung baru di Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.


Meski sudah dipersiapkan dengan matang, pembongkaran di kompleks bekas kantor bupati ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Beberapa pihak yang menentang pembongkaran pendopo tersebut menilai bahwa bangunan tersebut adalah cagar budaya yang harus dilestarikan.

Menanggapi polemik pembongkaran pendopo dan kompleks eks kantor bupati, Bupati Boyolali, Seno Samudro memastikan bahwa bangunan tersebut termasuk bangunan baru dan bukan termasuk BCB (Bangunan Cagar Budaya). Pihaknya juga mengatakan bahwa pendopo tersebut akan dirubuhkan dalam waktu sebulan mendatang.

“Kalau ada masyarakat yang menganggap itu BCB ya silahkan saja, walau setelah dicek, pendopo tersebut bukan BCB. Kalau menurut hitungan saya, sebulan lagi sudah akan dirobohkan”, kata Seno Samudro.

Sedangkan rumah dinas bupati yang akan dibangun di bekas kompleks kantor bupati ini akan menggunakan konsep yang sama dengan Istana Bogor, yakni berkonsep hutan kota yang nantinya akan ditambah beberapa satwa. Masyarakat juga dapat mengakses tempat tersebut karena dibuka untuk umum.

“Mungkin nanti akan ada satwanya juga seperti kancil dan sebagainya, kira-kira seperti itu. Tapi nanti menunggu hutan kotanya jadi. Jadi kita lihat saja nanti,” tambah Seno Samudro, seperti yang dikutip dari KR Jogja pada Rabu (05/03/2014).