WartaSolo.com – Pihak Kepolisian China berhasil mengamankan tiga orang tersangka pelaku penikaman membabi buta di stasiun kereta api Kunming. Insiden mengerikan tersebut diketahui telah menewaskan 29 orang.

Selain menewaskan 29 orang, penikaman membabi buta di Stasiun Kunming ini dilaporkan juga melukai 143 warga lainnya. Sebelumnya pemerintah China menyebutkan bahwa kelompok separatis Muslim berada di balik peristiwa berdarah ini.



Dilansir laman berita Xinhua, Selasa (4/3/2014), pihak Kementerian Keamanan Publik menyatakan bahwa kelompok teroris pelaku penikaman tersebut beranggotakan enam pria dan dua perempuan yang dipimpin oleh Abdurehim Kurbang, yang bertanggungjawab dalam serangan mmebabi buta tersebut.

“Polisi sudah menembak mati empat orang pelaku penyerangan. Mereka menggunakan pisau untuk menikam dan menggorok warga. Satu orang tersangka perempuan tertangkap di lokasi kejadian,” lanjut pernyataan pihak Kementerian Keamanan Publik.

Hanya saja, lansiran dari Kantor Berita Xinhua tersebut tidak menunjukan asal etnis dari kedelapan tersangka. Dan juga tidak disebutkan pula identifikasi tiga tersangka yang berhasil di tangkap oleh pihak kepolisian China tersebut.

Disisi lain, pemerintah China meyakini bahwa pelaku insiden berdarah tersebut adalah warga dari wilayah Xinjiang, dimana etnis Uighur berada. Sebagai tambahan informasi, etnis Uighur terus mengalami diskriminasi dari warga etnis Han dan Pemerintah China.