WartaSolo.com – Kabar terkini terkait agresi militer Rusia, disebutkan tentara Rusia sudah mengambil alih wilayah Crimea di Ukraina atas perintah Presiden Rusia Vladimir Putin. Rusia bahkan telah menembakkan tembakan peringatan saat tentara Ukraina melakukan protes di Pangkalan Udara Belbek.

Beberapa titik-titik area strategis pun sudah dikuasai oleh tentara Rusia di Crimea. Pasukan Rusia menguasai gedung-gedung pemerintah utama, serta dua bandara strategis seperti Lyubimovka di Crimea. Demikian sebagaimana dilansir Koran Sindo, Selasa (4/3/2014).


Pihak Rusia juga menguasai parlemen di Crimea, dan pelabuhan di Feodosiya di Crimea. Bahkan sejak 27 Februari 2014 di Simferopol, Rusia mengendalikan parlemen Crimea dalam referendum otonomi wilayah.

Sehari kemudian, Olexancer Turchynov yang menjadi presiden sementara mengklaim adanya agresi militer Moskow setelah pasukan menguasai Bandara Belbek dan Simferopol. Kemudian, pada 1 Maret 2014, militer Rusia menguasai parlemen regional di Simferopol. Di Crimea, Rusia mengerahkan 6.000 pasukan dan 30 kendaraan berlapis baja.

Sebagai tambahan informasi, Ukraina memiliki budaya yang mayoritas warganya menggunakan bahasa-kultur Ukraina. Namun ada pula yang mayoritas menggunakan bahasa-kultur Rusia.

Ukraina memiliki ibu kota bernama Kiev, dimana menjalankan pemerintahan republik yang memakai bahasa Slavia. Mereka menggunakan mata uang Hryvnia dan mayoritas penduduknya beretnis Ukraina, yakni sebesar 77,8 persen.

Sisanya yaitu dari etnis Rusia sebesar 17,3 persen, Belarus 0,6 persen, Moldova 0,5 persen, Tatar Crimea 0,5 persen, Bulgaria 0,4 persen, Romania 0,3 persen, Polandia 0,3 persen, Hungaria 0,3 persen, Yahudi 0,2 persen, dan lainnya 1,8 persen.