Sukoharjo, WartaSolo.com – Sinyal dan koneksi internet menjadi kendala bagi program Simpus (Sistem Informasi Puskesmas) dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo. Saat ini prograam tersebut belum benar-benar konsisten karena terkendala gangguan teknis tersebut.

Program Simpus DKK Sukoharjo sebenarnya mulai dijalankan pada tahun 2013 lalu, tetapi prakteknya terganggu oleh sinyal yang sering hilang dan menyebabkan koneksi internet lambat, tak stabil, bahkan terputus. Hal ini membuat program Simpus tidak dapat berjalan sesuai harapan.


Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihak DKK Sukoharjo, banyak petugas puskesmas yang telah menerapkan program Simpus ini mengalami gangguan sistem yang disebabkan oleh sambungan internet yang terputus. Menurut penjelasan Kepala DKK Sukoharjo, Guntur Subiyantoro pada Selasa (04/03/2014), kendala ini banyak ditemui di daerah pedesaan.

Akibat masalah teknis yang disebabkan oleh putusnya sambungan internet, sistem pelaporan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas ke server yang berada di pusat DKK sering terlambat. Fungsi sistem pelaporan ini sendiri sangat vital, yakni untuk mengetahui apa yang terjadi di lapangan.

“Misal ada kasus besar di desa dan ternyata jaringan internet mati jelas sangat menyulitkan. Baru Januari 2014 kemarin dan diharapkan bisa dimaksimalkan di tiap puskesmas,” kata Guntur Subiyantoro.

Pada sistem pelaporan tersebut, setiap puskesmas di Sukoharjo harus memberikan laporan secara detail ke pusat yang meliputi data jumlah pasien, konsultasi, jenis dan kuantitas obat, dan semua yang berkaitan dengan pelayanan yang diberikan oleh puskesmas setempat. Laporan tersebut akan digunakan oleh DKK untuk memenuhi peralatan dan obat yang dibutuhkan di daerah tersebut.

Pihak DKK Sukoharjo telah meminta kepada rekanan penyedia layanan internet untuk segera melakukan perbaikan pada tahun 2014 agar program Simpus dapat berjalan optimal sesuai harapan, seperti yang dikutip dari KR Jogja pada Selasa (04/03/2014).