SIPA (Solo International Performing Arts) 8 – 10 September 2016. Kota Solo akan kembali menggelar event internasional yang melibatkan berbagai daerah yang ada di Indonesia dan Negara tetangga. SIPA (Solo International Performing Arts) merupakan event tahunan kota Solo yang akan menampilkan berbagai macam seni kebudayaan dan kultur di suatu daerah. Tidak Cuma itu saja SIPA juga akan menggandeng Dewa Bujana dan Viky Sianipar.

Tahun 2016 ini SIPA hadir dengan tema ‘MAHA SWARA’. Tema tersebut sengaja diusung sebagai pesan kemanusiaan yang akan ditebarkan dalam panggung SIPA 2016. Dunia membutuhkan swara atau suara, seperti suara perdamaian, pelestarian alam, persahabatan dan suara-suara kemanusiaan yang lain. Dalam panggung SIPA 2016, spirit Maha Swara akan diungkapkan melalui seni pertunjukan khususnya yang berbasis suara. Tentu yang paling dekat adalah seni pertunjukan yang lebih mengedepankan pada perangkat musik.


Sebagaimana dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, SIPA juga selalu identik dengan maskot yang mewakili simbol dari tema pergelaran. Lantas siapa tokoh yang menjadi maskot SIPA 2016? Dialah seorang perempuan seniman yang memiliki nama lengkap Peni Candra Rini.

SIPA (Solo International Performing Arts) 2016

SIPA (Solo International Performing Arts) 2016

Peni Candra Rini merupakan seorang composer, pencipta lagu dan seorang penyanyi tradisional maupun kontemporer. Dia juga seorang dosen jurusan karawitan di Institut Seni Indonesia – ISI, Surakarta, Jawa Tengah. Penyanyi berbakat ini juga mempunyai talenta menakjubkan sebagai seorang sindhen. Dengan melakukan pertunjukan seni dari satu festival ke festival lain, beliau menunjukkan kepada semua orang, terutama untuk kaum muda bahwa sangatlah penting menjaga warisan bangsa kita.

Peni Candra Rini pernah menerima penghargaan sebagai sindhen muda terbaik di acara “Seleksi Pesindhen Remaja Se Karisidenan Surakarta” pada 19-20 Maret 2005 di Pendapi gedhe Balaikota Surakarta. Dia juga pernah mendapatkan medali perak untuk Best Vocal Performance di acara “Spring Friendship Art Festival” di Pyong Yang, Korea Utara. Peni Candra Rini sudah turut berpartisipasi dalam beragam festival dan juga telah berkolaborasi dengan seniman dari berbagai penjuru dunia.

Dengan kapasitas kesenimanannya yang sudah mendunia, ketokohan Peni Candrarini diharapkan bisa mewakili simbol tentang Maha Swara. Sehingga akan semakin menambah bobot pergelaran SIPA yang kini sudah diakui sebagai pergelaran seni internasional berkelas oleh seniman dari berbagai belahan dunia.

Kali ini SIPA 2016 dengan membawakan tema “MAHASWARA” akan menampilkan 15 delegasi dalam Negeri dan 9 delegasi luar Negeri. Peningkatan delegasi terjadi terhadap SIPA 2016, tahun lalu SIPA menampilkan 13 delegasi dalam Negeri dan 5 delegasi luar Negeri. Itu artinya tahun ini SIPA menambahkan sejumlah 2 delegasi dalam negeri dan 4 delegasi luar Negeri dan delegasi akan terus meningkat dari tahun ketahun . Semua delegasi akan memeriahkan SIPA 2016 yang akan dilaksanakan pada tanggal 8,9 dan 10 September 2016 bertempat di Benteng Vastenburg.

Delegasi dari dalam negeri dan dari luar negeri tersebut diantaranya:

  • Philip Graulty (USA)
  • Blessing Chimanga (Zimbabwe)
  • Park Na Hoon (Korea)
  • Rodrigo Parejo (Spanyol)
  • Nadi Singapura (Singapura)
  • Jawaharlal Nehru Cultural Centre (JNCC) (India)
  • Neil Chua & Ruanatworkz (Singapura & Malaysia)
  • Musim Keroncong Sruti Respati – Indro Hardjodikoro (Jakarta)
  • Dewa Bujana (Jakarta)
  • Maya Hasan (Jakarta)
  • Keteng – Keteng Girls (Medan)
  • Duo Ubiet & Dimawan (Jakarta)
  • Viky Sianipar (Jakarta)
  • Elly D. Luthan (DLDC) (Jakarta)
  • Djaduk Ferianto & Kua Etnika (Yogyakarta)
  • Gangsadewa (Yogyakarta)
  • Peni Candra Rini (Solo)
  • Gondrong Gunarto & Friends (Solo)
  • Trodon (Jakarta)
  • Komunitas Seni Tadulako (Palu)
  • Semarak Candrakirana Art Center (Solo)

Bagi masyarakat Solo Raya yang ingin menyaksikan penampilan disediakan kursi gratis oleh panitia. Dan selamat menikmati mahakarya seni yang dikemas apik oleh panitia. [Yuni – WartaSolo.com]