Mengenal Batuk Berdahak dan Batuk Kering Serta Penyebabnya. Batuk merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan benda asing atau lendir dari saluran nafas bagian atas dan juga paru-paru. Batuk juga sebagai reaksi atau respon terhadap iritasi pada saluran nafas tersebut. Jadi bisa disimpulkan batuk merupakan sistem pertahanan tubuh kita untuk melindungi saluran pernafasan dari benda asing yang berbahaya dan juga sebagai petunjuk adanya penyakit pada saluran pernafasan.

Batuk itu sendiri bukanlah penyakit melainkan hanya gejala. Artinya batuk tersebut apabila bersifat abnormal pasti ada penyakit yang mendasarinya. Untuk mengetahui penyebab batuk kita juga harus tahu mengenai jenis-jenis batuk. Batuk terbagi menjadi 2 jenis, yaitu : batuk berdahak dan batuk tidak berdahak (batuk kering). Kedua jenis batuk tersebut mempunyai cirri dan penanganan yang berbeda


  1. Batuk Berdahak.

Batuk berdahak dalam bahasa inggris disebut productive cough artinya batuk tersebut menghasilkan dahak atau lendir baik yang mudah atau bisa dikeluarkan atau dahak yang sulit dikeluarkan. Lendir atau dahak tersebut sampai ditenggorokan karena berasal dari hidung/sinus, dan paru-paru. Sebaiknya batuk berdahak ini jangan ditekan atau dihentikan (dengan obat-obatan misalnya) karena apabila dahak bias dikeluarkan semua paru-paru menjadi bersih. Penyebab Batuk Berdahak ;

Mengenal Batuk Berdahak dan Batuk Kering Serta Penyebabnya

Penyakit akibat virus.

Influenza, semua orang pernah mengalaminya. Timbulnya batuk saat flu dipicu oleh lender yang mengalir dari hidung ke bagian belakang tenggorokan

Infeksi.

Infeksi paru-paru atau saluran napas bagian atas dapat menyebabkan batuk. Batuk berdahak mungkin merupakan gejala pneumonia, bronkitis, sinusitis, atau TBC.

Penyakit paru-paru kronis.

Batuk berdahak bisa menjadi tanda bahwa penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) semakin buruk atau bahwa sedang terjadi infeksi.

Asam lambung naik.

Jenis batuk mungkin merupakan gejala dari penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) atau naiknya asam lambung sampai ke tenggorokan sehingga merangsang batuk dan kondisi seperti ini sering kali dapat membangunkan Anda dari tidur.


Nasal discharge (postnasal drip).

Biasanya terjadi pada pasien sinusitis dimana cairan kental dari sinus mengalir ke tenggorokan paling sering terasa pada pagi hari ketika bangun tidur. Hal ini dapat menyebabkan batuk berdahak atau perasaan bahwa Anda terus-menerus perlu untuk membersihkan tenggorokan.

Merokok atau penggunaan tembakau lainnya.

Batuk berdahak pada orang yang merokok atau menggunakan bentuk lain dari tembakau sering merupakan tanda kerusakan paru-paru atau iritasi pada tenggorokan dan juga kerongkongan.

  1. Batuk Kering

Dalam bahasa inggris disebut noproductive cough merupakan batuk yang tidak menghasilkan dahak atau lendir (kering). Batuk kering biasanya berlangsung lebih lama disbanding dengan batuk berdahak, Penyebab Batuk Kering itu sendiri diantaranya

Penyakit virus.

Setelah pilek, batuk kering dapat berlangsung beberapa minggu lebih lama dari gejala lain dan sering memburuk di malam hari.

Bronkospasme.

Batuk kering yang terjadi terutama pada malam hari, mungkin merupaan akibat kejang pada saluran bronkial (bronkospasme) yang disebabkan oleh iritasi.

Alergi.

Sering bersin juga merupakan gejala umum dari rinitis alergi. Bersin pada rinitis alergi biasanya juga disertai dengan batuk kering.

Obat Darah Tinggi.

Ada obat darah tinggi yang dapat menimbulkan batuk yaitu obat golongan ACE inhibitor. Contohnya yang paling populer yaitu kaptopril (Capoten, ottoril, farmoten), enalapril maleat (Vasotec), dan lisinopril (Prinivil, Zestril, atau Zestoretic).

Asma.

Batuk kering kronis dapat menjadi tanda asma ringan. Gejala lain mungkin menyertai termasuk mengi, sesak napas, atau perasaan sesak di dada. Paparan debu, asap, dan bahan kimia di lingkungan kerja. Penyumbatan jalan napas oleh suatu benda yang dihirup, seperti makanan atau pil.

Kebanyakan batuk disebabkan oleh penyakit virus. Penggunaan antibiotic sebenarnya tidak dianjurkan, karena penggunaan antibiotic bagi penderita batuk bisa menyebabkan risiko reaksi alergi dan efek samping antibiotik, seperti mual, muntah, diare, ruam, dan infeksi jamur. Antibiotik juga dapat membunuh bakteri yang menguntungkan bagi tubuh (flora normal) dan mendorong perkembangan bakteri yang resisten terhadap antibiotik dan ini sangat berbahaya. Alangkah baiknya apabila Anda mengalami batuk berdahak atau batuk kering jangan asal minum antibiotik, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.[Yuni – WartaSolo.com]