Kamis, 1 September 2016 Di Kabarkan Akan Terjadi Gerhana Matahari Cincin Lewati 124 Kota di Indonesia. Kini Fenomena Alam Gerhana kembali melewati wilayah Indonesia. Rasany belum begitu lama, warga Indonesia merasakan Fenomena Alam dengan datangnya Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016 lalu, tapi sebentar lagi warga indonesia akan menyaksikan Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada Tanggal 1 September 2016. Fenomena langka ini akan dapat dirasakan di 124 kota di 10 provinsi Indonesia, melewati Samudra Atlantik, Afrika bagian tengah, Madagaskar, dan Samudra Hindia,” Tertulis di siaran pers BMKG, Selasa (30/8/2016). Gerhana Matahari Cincin pada Tanggal 1 September 2016 ini merupakan salah satu dari lima gerhana yang terjadi di Indonesia sepanjang 2016. Sebelumnya gerhana pada tahun ini diawali dengan Gerhana Matahari Total (GMT) pada Tanggal 9 Maret 2016, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 23 Maret 2016, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 18 Agustus 2016.

Aktivis astronomi, Avivah Yamani, dalam tulisannya di situs Langitselatan.com menjelaskan, GMC secara umum terjadi saat Matahari-Bulan-Bumi berada pada posisi segaris dan sejajar saat Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi. Perbedanya, saat Gerhana Matahari Cincin ini, Bumi tidak akan gelap total seperti pada saat Gerhana Matahari Total. Penduduk Bumi akan melihat Matahari seakan – akan seperti cincin raksasa yang berada di atas langit saat seluruh permukaan Bulan menutupi permukaan Sang Surya.


Gerhana Matahari Cincin ini terjadi sebab posisi Bulan jauh dari Bumi, sehingga area yang tertutupi Bulan tak sepenuhnya, menyisakan piringan luar Matahari yang terlihat. Beda lagi saat Gerhana Matahari Total, posisi Bulan dekat dari Bumi sehingga menutupi sepenuhnya permukaan Matahari dari posisi pengamat di daratan.

Gerhana Matahari Cincin Tanggal 1 September 2016

“Di Indonesia, gerhana ini dapat diamati pada sore hari menjelang matahari terbenam berupa Gerhana Matahari Sebagian,” tulis BMKG. BMKG mengutarakan, pengamatan Gerhana Cincin Pada Tanggal 1 September 2016 itu bisa disaksikan di Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur bagian barat.


Waktu kejadian gerhana di setiap lokasi akan berbeda-beda. Secara umum, kontak pertama Gerhana Matahari Cincin 1 September 2016 di Indonesia adalah di Pacitan yang terjadi pada pukul 17:26:00,9 WIB, untuk selanjutnya menyebar ke daerah lainnya.
Mengingat Gerhana Matahari Cincin ini terjadi saat sore hari di Indonesia, semua lokasi di Pulau Jawa dan Kalianda, Lampung hanya terlewati oleh kontak pertama saja untuk kemudian mataharinya terbenam.

  • Puncak Fenomena Gerhana pertama kali teramati di Seai-Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada pukul 17:52:18,5 WIB untuk selanjutnya menyebar ke lokasi lainnya di Sumatera.
  • Setelah puncak Gerhana Matahari Cincin ini, matahari pun terbenam di semua kota di Lampung, serta di beberapa kota di Sumatera Selatan dan Bengkulu. Proses GMC ini berakhir ketika kontak terakhir terjadi. Hal ini akan dapat di amati paling awal di Talang Ubi, Sumatera Selatan pada pukul 17:59:36,0 WIB dan paling akhir di Kepahiang, Bengkulu pada pukul 18:06:58,2 WIB.
  • BMKG mencatat, wilayah yang menyaksikan durasi gerhana cincin ini terlama di Indonesia yaitu Kota Manna, Bengkulu. Gerhana cincin di kota ini terjadi selama 34 menit 3 0,1 detik.
  • Sementara, untuk wilayah DKI Jakarta, kontak pertama gerhana atau saat piringan Matahari mulai tertutupi Bulan terjadi antara pukul 17:30 sampai 17:32 WIB dan durasi gerhana antara 21-22 menit.
  • Secara detail BMKG menuliskan, untuk Jakarta Barat bisa mengamati awal gerhana pada pukul 17:30:26,9 WIB dengan durasi gerhana 22 menit 9,8 detik.
  • Wilayah Jakarta Utara bisa mengamati awal gerhana pada pukul 17:30:35,5 WIB dengan durasi gerhana 21 menit 41,7 detik.
  • Selanjutnya untuk Jakarta Pusat bisa mengamati awal gerhana pada pukul 17:30:25,3 WIB dengan durasi gerhana 21 menit 58,8 detik.
  • Untuk Jakarta Selatan bisa mengamati awal gerhana pada pukul 17:29:57,6 WIB dengan durasi gerhana 22 menit 35,1 detik.
  • Sementara untuk Jakarta Timur bisa mengamati awal gerhana pada pukul 17:30:16,1 WIB dengan durasi gerhana 21 menit 50,3 detik.
  • Sedangkan untuk Kepulauan Seribu bisa mengamati awal gerhana pada pukul 17:32:8,8 WIB dengan durasi gerhana 21 menit 22 detik.

Demikian info dari WartaSolo.com yang kami ambil dari beberapa sumber ( 31/08/2016 )semoga bermanfaat. [ Wisnu Ramadhon – WartaSolo.com ]