WartaSolo.com – Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Jokowi dibayangi masalah hukum. Program KIP yang merupakan salah satu dari tiga Kartu Sakti Jokowi tersebut mulai mendapat kritikan. Terutama masalah nama program dan juga mata anggarannya. Hal ini diungkapkan oleh Inspektur Jenderal Kemendikbud, Haryono Umar.

Menenurut keterangan Haryono Umar bahwa KIP yang merupakan program pemerintahan Jokowi ini dibayangi masalah hukum. Yang menyulitkan Jokowi nanti pada program KIP tersebut yakni berkaitan dengan administrasi pencatatan keuangan. Sebab, pada saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan, harus mendapatkan bahwa anggaran yang digelontorkan untuk menjalankan suatu program, harus dipastikan sesuai dengan nama program tersebut.



“Contohnya pada program BSM, nama mata anggarannya ya juga harus BSM. Begitupun dengan KIP, nama mata anggarannya juga harus KIP,” ucap Haryono sebagaimana lansiran laman JPNN, Selasa (11/11/2014).

Apabila nantinya ditemukan perbedaan oleh BPK antara nama program dengan mata anggarannya, maka hal itu dapat masuk dalam catatan laporan keuangan. Hal ini dapat membuat Kemendikbud mendapatkan nilai buruk dari BPK. Sebagaimana disclaimer ataupun opini wajar dengan pengecualian (WDP).

Selain itu program KIP Jokowi ini masih dibayangi masalah hukum yang lain. Yakni penggunaan anggaran yang tak sesuai dengan perencanaan. Serta masalah duplikasi anggaran juga dapat berpotensi muncul, sebab program ini merupakan persamaan dengan program BSM.

Potensi duplikasi itu dapat terjadi apabila pada APBN 2015 nanti terdapat mata anggaran untuk program BSM dan sekaligus ada juga mata anggaran untuk program KIP.

Haryono sangat mewanti-wanti supaya penggunaan anggaran yang telah disepakati dengan DPR haruslah dilaksanakan dengan hati-hati. Sebab, sangat dikhawatirkan apabila anggaran yang dialokasikan untuk program KIP yang dulunya bernama BSM itu pada akhirnya akan menimbulkan masalah kedepan.

Namun, Haryono tetap merasa yakin bahwa pembahasan revisi nomenklatur yang dilakukan dengan DPR nanti tidak membutuhkan waktu yang lama, sebab sebenarnya program KIP adalah program ganti baju dari BSM.