WartaSolo.com – Koalisi Indonesia Hebat dihimbau tak cari popularitas terkait rencana kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang kabarnya akan diputuskan dalam pemerintahan Presiden dan Wakilnya, Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) sebelum akhir tahun 2014. Dukungan dan penolakanpun terjadi dimana-mana dari rakyat biasa hingga para politisi yang mengaku berjuang atas nama rakyat.

Terlebih lagi PDI Perjuangan yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) serta diketahui sebagai partai pengusung pasangan Jokowi-JK juga tak lepas dari ungkapan penolakkannya terhadap kenaikan harga BBM.



Namun, sikap kubu KIH tersebut ditanggapi lain oleh La Ode Ida yang merupakan Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dia memberi saran kepada kubu KIH supaya tak usah melakukan tudingan-tudingan kepada siapa-siapa berkaitan dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM tahun ini. Apapun itu, sebuah tudingan tak akan menghasilkan sebuah solusi namun hanya akan menimbulkan semakin keruhnya situasi.

Adanya tudingan-tudingan dari kubu KIH itu hanya akan memunculkan anggapan bahwa tak ada kekompakan antara Presiden Jokowi dengan Wapres JK terkait dengan rencana kenaikan harga BBM tersebut.

“Tak usah cari-cari popularitas. Seakan-akan ikut merasa resah dengan adanya penolakan dari sebagian masyarakat terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Lagipula keputusan tentang kenaikan harga BBM tak mungkin dapat dilaksanakan pemerintah tanpa mendapat persetujuan dari DPR terlebih dahulu,” ungkap La Ode Ida, sebagaimana dilansir pada situs JPNN, Kamis (6/11/2014).

La Ode Ida menyatakan bahwa di sini merupakan sebuah peran yang sangat penting bagi kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan kubu KIH. Apabila kubu KMP solid dan sepakat tidak akan memberikan dukungan kepada pemerintah atas naiknya harga BBM dan lantas dengan diperkuat oleh sebagian anggota DPR serta dari kubu KIH, sudah dapat dipastikan bahwa kenaikan harga BBM tersebut tidak mungkin akan bisa terjadi.