WartaSolo.com – Pemerintahan Jokowi-JK, masyarakat disarankan siap-siap untuk kecewa lima tahun kedepan. Harapan dan angan-angan yang tinggi kepada Presiden dan Wakilnya Jokowi-JK harus dieprtimbangkan kembali. Seperti yang telah diungkapkan oleh Ali Munhaif yang merupakan Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah. Ali meminta kepada masyarakat agar siap jika suatu saat harus kecewa dengan pasangan Presiden dan Wakil Presiden tersebut.

“Selama lima tahun nanti, ada baiknya rakyat mulai bersiap-siap supaya nanti tidak kecewa dengan hasil kerja kabinet Jokowi-JK,” ucap Ali, di Gedung DPD, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, sebagaimana dikutip dari situs JPNN, Kamis (30/10/2014).



Ali mengatakan bahwa dirinya memang memiliki pendapat yang berbeda dengan beberapa media massa yang mencoba membangun persepsi dimasyarakat bahwa Kabinet Kerja dapat menjadikan bangsa dan Negara lebih sejahtera.

Dia mencontohkan tentang partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) selaku partai penyeimbang dibandingkan dengan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang merupakan pendukung setia Jokowi-JK, Ali menilainya KMP jauh lebih cepat dalam hal konsolidasi kekuatan dibandingkan dengan KIH.

“Berdasarkan fakta yang ada, KIH mengalami kekalahan saat pengambilan keputusan UU MD3, penetapan Ketua DPR, Ketua MPR serta UU Pilkada bahkan sampai pada alat kelengkapan kerja Dewan (AKD) hingga akhirnya KIH membentuk DPR tandingan,” katanya.

Ketika proses dalam membuat susunan anggota kabinetpun juga demikian. “Sangat tampak pada kabinet yang sekarang ini bukanlah kabinet yang dbentuk Jokowi-JK. Namun, merupakan perwujudan dari keinginan PDIP sendiri terutama figur ketua umumnya,” beber Ali.

Menurut Ali hal itulah yang membuat Jokowi-JK akan menjadi sulit untuk diandalkan. “Problemnya strong man dan great yang ada pada Jokowi-JK tidak mungkin bisa eksis jika tak mendapat restu dari Ketua Umum PDIP,” ungkapnya.

Ali juga merasa harus mengkritisi tentang menteri dalam Kabinet Kerja yang dia anggap hanya berasal dari orang dekat JK yang berkaitan dengan usaha bisnis JK. “Mungkin saja JK itu berharap dapat mengulang sukses stories ketika menjabat sebagai Wapres SBY dulu,” ucap Ali.

Selanjutnya Ali memberi saran supaya Jokowi lebih baik membangun lagi komunikasi dengan Partai Golkar dengan komunikasi yang lebih intensif daripada nantinya hanya keterusan mengakomodasi kepentingan KIH. “Bekerjasama dengan Golkar akan jauh lebih penting untuk Jokowi daripada terus-terusan mengakomodasi kepentingan KIH,” imbuhnya.