WartaSolo.com – Kabinet Kerja Jokowi-JK dinilai tersandera oleh politik transaksional. Hal itulah salah satu yang menyebabkan pengumuman kabinet menjadi mundur dan mundur lagi. Bahkan, pembatalan pengumuman yang terjadi mengakibatkan pegeluaran negara yang hingga ratusan juta rupiah itupun menjadi sia-sia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) dibuat keteteran dalam menyelesaikan susunan kabinetnya. Menurut Bonnie Setiawan salah seorang pakar ekonomi politik global Martapura Institute menilai hal tersebut disebabkan Jokowi-JK masih tersandera oleh politik transaksional.



Bonnie menjelaskan bahwa kondisi tersebut sangat terkait dengan adanya pertarungan antara partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang berkeinginan supaya bisa masuk dalam kabinet yang disusun Jokowi-JK.

“Pertarungan itu ada di internal KIH sendiri. Sebab nantinya akan melakukan kompromi tentang siapa saja yang akan naik (menjadi calon menteri),” ucapnya dalam dialog yang bertema “Tarik ulur posisi menteri, kemana arah kabinet Jokowi-JK” di Cikini, Jakarta, sebagaimana dikutip dari laman JPNN, Minggu (26/10/2014).

Dengan sangat yakin Bonnie menyatakan bahwa politik tanpa transaksional yang pernah dikoar-koarkan Presiden Jokowi ketika masa kampanye yang lalu tak mungkin bisa terjadi. “Tidak mungkin bisa kita mengharapkan tiba-tiba ada keajaiban sebab ini merupakan pertarungan politik,” pungkasnya.