WartaSolo.com – Cek kesehatan sebelum menikah sebaiknya dilakukan agar tujuan dari pernikahan untuk tercipta keluarga yang sehat dan mempunyai keturunan bisa terwujud. Hal inilah yang dihimbau Pakar kesehatan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr Ari Farial Syam kepada masyarakat Indonesia.

Pernikahan adalah penyatuan dua inividu yang salah satu konsekuensinya adalah tertular penyakit, tidak hanya penyakit infeksi tetapi juga penyakit non infeksi. Oleh karena itu masalah kesehatan dalam pernikahan menjadi perhatian paling utama.



Dokter Ari mengaku sedih jika ada pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah ternyata suami/istri memiliki penyakit kronis seperti HIV atau Hepatitis B. Hal ini perlu diketahui sejak awal, karena kalo tidak akan menulari pasangannya maupun anak-anaknya.

Lanjut Dr Ari, penting melakukan cek kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan. Jika penyakit sudah diketahui dari awal, tentu lebih mudah dalam penanganannya. Pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan sebelum menikah adalah memeriksakan darah perifier lengkap yang meliputi pemeriksaan laju endap darah, hemoglobin, trombosit, hematokrit, lekosit, dan morfologi eritrosit.

Juga perlu pemeriksaan urin, pemeriksaan hepatitis B dan pemeriksaan antigen G dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (TORC). Identifikasi penyakit sangat penting selain untuk mencegah penularan juga untuk mengetahui peluang memiliki keturunan, terang Dr Ari selaku Ketua Perkumpulan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jakarta itu.