WartaSolo.com – Suryadharma Ali sarankan Mahkamah Partai dan Majelis Syariah PPP untuk memecat Romy cs yang dinilai tidak taat kepada partai. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta supaya diambil tindakan yang tegas kepada M Romahurmuziy (Romy) cs sebab dianggap telah banyak pelanggaran yang dilakukan. Yang paling anyar adalah penyelenggaraan Muktamar oleh kubu Romy yang dilaksanakan di Surabaya.

“Itu merupakan pelanggarannya yang berat. Maka pantas dipecat dari keanggotaannya di PPP. Diberhentikan, saya rasa adalah hukuman yang tepat,” ucap Suryadharma Ali (SDA) di Jakarta, sebagaimana dikutip dari situs JPNN, Kamis (16/10/2014).



SDA mengungkapakan bahwa penyelenggaraan muktamar merupakan pelanggaran terbaru yang dilakukan kubu Romy cs. Sedangkan pada tanggal 11 Oktober 2014 dalam sidang Mahkamah PPP telah menetapkan bahwa memerintahkan kegiatan atau muktamar dapat dilakukan sesudah lewat tujuh hari.

Akan tetapi, menurut SDA bahwa ketika belum tiba waktunya, kubu Romy ternyata malah menggelar muktamar. Dan itu berarti tindakan tersebut sudah melanggar ketetapan hasil sidang mahkamah partai yang bersama-sama telah disepakati. “Hari ini (15/10/2014) sudah dilakukan pelanggaran terhadap ketetapan mahkamah partai. Saran saya supaya mahkamah partai menjatuhkan sanksi,” tandas SDA.

SDA menambahkan bahwa tidak tepat lagi jika akan dilakukan ishlah. Sebab, yang tepat adalah dijatuhi sanksi. Dengan adanya sanksi yang tegas seperti itu maka SDA yakin bahwa hal tersebut dapat membawa partainya menuju perdamaian. “Pelanggaran oleh Romy dan kawan-kawan yang telah terjadi itu tak pantas dilakukan dalam forum ishlah. Yang paling tepat adalah penilaian tentang siapa yang benar dan siapa yang melanggar,” katanya.

Menurutnya jika yang dianggap melakukan pelanggaran itu adalah dirinya, maka SDA akan siap menerima sanksi tersebut. Yang ada hingga saat ini terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan Romy belum pernah disikapi dengan sanksi yang tegas. “Saya bisa menerima namun tetap harus ada penilaian,” pungkasnya.