WartaSolo.com – Beberapa hari terakhir ini, negara kita dihebohkan dengan beredarnya video kekerasan yang dilakukan oleh anak SD. Karena terlihat dalam video tersebut, mereka masih mengenakan seragam SD dan diperkirakan aksi tersebut terjadi masih di lingkungan sekolah. Mengenai masalah yang terjadi di Bukittinggi ini sudah diketahui pihak Dinas Pendidikan Dan Olah Raga (Disdikpora) setempat dan akan di tindaklanjuti.

“Iya benar. Itu kejadian di salah satu SD swasta di Bukittinggi. Korban dan pelaku kelas 5,” kata Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Kota Bukittinggi, Erdi.


Dalam video yang beredar tersebut terlihat Adegan yang tidak sangat pantas dilakukan. Berkali-kali anak perempuan itu dihajar dengan kepalan tangan, ditampar, dan ditendang. Bahkan ada seorang siswa yang melancarkan tendangan sembari melompat, sehingga efeknya semakin keras. Di sela-sela penyiksaan, beberapa siswa tampil di muka kamera sembari tertawa-tawa. Ada juga lontaran kalimat bahasa Minang yang meminta aksi itu dihentikan.


Setelah diusut, dan dilakukan pemanggilan terhadap pihak terkait. Yakni pihak sekolah, siswa, dan orang tua dikumpulkan. Ternyata aksi tersebut awalnya hanya candaan saja. Namun akhirnya berakhir serius dan terjadi aksi brutal pemukulan terhadap salah satu siswa.

“Rupanya hal itu dipicu hinaan anak (korban pemukulan) ke orangtua temannya. Maksudnya mungkin bercanda, tapi temannya tidak terima. Lalu terjadi seperti itu,” kata Erdi.

Dengan beredarnya video kekerasan tersebut, diharapkan pihak sekolah agar lebih memperhatikan tingkah laku anak. Moral dan budi pekerti perlu ditanamkan sejak dini. Sehingga moral anak tidak begitu saja hancur yang dengan tega memukul dan menendang teman sendiri secara brutal.