WartaSolo.com – Tak ada unsur mendidik sinetron GGS dicekal KPI. Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) yang ditayangkan di SCTV itu dianggap jauh dari unsur edukasi sehingga KPI harus melakukan pelarangan untuk tayang. Sinetron yang sedang digemari para remaja tersebut berhenti tayang selama tiga hari.

Sebelumnya KPI telah berulang kali menyampaikan surat teguran kepada rumah produksi sinetron tersebut. Tetapi, KPI menilai belum ada perbaikan pada tayangan sinetron GGS, puncaknya terpaksa sanksi dijatuhkan. GGS mendapat larangan tayang dari KPI selama tiga hari terhitung mulai tanggal 21 hingga 23 Oktober mendatang.



Kabar ini diposting di situs resmi KPI. “Komisi Penyiaran Indonesia [KPI] menjatuhkan sanksi penghentian sementara pada program sinetron Ganteng-Ganteng Serigala [GGS] yang tayang di SCTV setiap pukul 19.30.” Tulis KPI di situs http://www.kpi.go.id, sebagimana lansiran laman JPNN, Minggu (12/10/2014).

Sanksi ini memiliki landasan yang kuat. Menurut KPI bahwa pada sinetron GGS terdapat pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS).

“Sinetron GGS ini harus stop tayang sementara selama 3 (tiga) hari berturut-turut yakni dari tanggal 21,22 sampai 23 Oktober 2014. Sanksi itu diputuskan oleh KPI, dikarenakan terdapat pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) pada tayangan 16 Agustus 2014,” kata KPI.

KPI mengangap alur cerita dalam sinetron GGS sudah terlalu melebar sehingga tak ada unsur pendidikan didalamnya. Penampilan yang diperagakan oleh artis pendukung sinetron GGS juga dianggap tak sesuai dengan perkembangan psikologis para remaja. Poin-poin ini terkandung dalam Pasal 6 ayat (2) huruf b dan Pasal 37 ayat (1) dan (2) SPS.

Pelanggaran ini mengharuskan pihak SCTV serta rumah produksi terkait agar dapat memperbaiki alur cerita GGS. Semuanya harus sesuai dengan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 SPS.